Zombieland Double Tap, Kemas Humor lewat Horor

Sukses dengan Zombieland yang pertama pada 2009 lalu, Columbia Pictures merilis Zombieland: Double Tap setelah penantian panjang selama 10 tahun
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  09:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Sukses dengan Zombieland yang pertama pada 2009 lalu, Columbia Pictures merilis Zombieland: Double Tap setelah penantian panjang selama 10 tahun. Film yang disutradarai oleh Ruben Fleischer ini akan memperlihatkan lebih banyak jenis zombie yang tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Mereka akhirnya berevolusi dari film pertamanya.

Tokoh-tokoh utama masih digawangi oleh aktor-aktor di film pertamanya, seperti Tallahassee (Woody Harrelson), Columbus (Jesse Eisenberg), Wichita (Emma Stone), dan Little Rock (Abigail Breslin). Diman setiap karakter tidak menggunakan nama asli, akan tetapi menggunakan nama tempat lokasi asal atau daerah yang berkesan bagi setiap individu.

Cerita bermula ketika Little Rock merasakan kesepian dalam kehidupannya, canggung dengan orang yang selama ini justru dekat dengan dirinya. Kemudian, Ia bertekad untuk berkelana dan memisahkan diri. Wichita sebagai kakak Little Rock memutuskan ikut bersama sang adik dan pergi tanpa sepengetahuan Tallahassee dan Columbus.

Di pertengahan jalan, Wichita pun ditinggal oleh Little Rock karena bertemu dengan seorang musisi hippies, Barkeley (Avan Jogia). Mereka pergi menuju Babylonia, tempat komunitas hippies yang konon hidup damai tanpa gangguan zombie.

Setelahnya, petualangan Tallahasse dan Colombia dimulai untuk menemukan kembali Little Rock dan sekumpulan hippies. Perjalanan bakal dibumbui aksi-aksi brutal saat bertempur dengan zombie. Maklum saja, zombie-zombie kali ini lebih cepat dan lebih ganas dibanding sebelumnya.

Adapun beberapa jenis zombie yang sudah diperkenalkan dalam Zombieland Double Tap, seperti Homer, Hawking, Ninja dan, T-800. Mereka berempat yang memberikan istilah untuk menggolongkan setiap karakteristik dari zombie yang ada.

Seperti Homer, yang memiliki gerakan yang lambat dan bodoh. Zombie ini sangat mudah untuk dikalahkan. Kemudian, Hawking yang merupakan lawan dari Homers. Hawkings merupakan tipe zombie yang sangat berbahaya karena memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Nama mayat hidup ini diambil dari Stephen Hawking, yang berarti mereka sangat pintar.

Selain itu, Hampir sama dengan Hawkings, zombie bernama Ninja memiliki kemampuan untuk merubah bentuknya menjadi zombie lain. Dalam film ini, mereka memiliki kemampuan untuk bersembunyi, senyap di ruang gelap dan menunggu di sudut ruang untuk mengejutkan targetnya.

Serta, zombie terakhir ialah T-800 yang diambil dari nama Terminator. Zombie ini memiliki ketahanan yang luar biasa, bahkan mereka bisa menghindar dari peluru yang ditembakkan. Ada juga yang masih bertahan padahal telah menerima beberapa tembakan di kepalanya.

Di sisi lain, film ini menyuguhkan komedi kental dan sarkasme yang menggelitik yang diramu dengan sentuhan animasi berdarah-darah serta sinematografi ala film laga.
Penokohan dibangun secara teliti, meski secara eksplisit terlihat semena-mena. Tallahassee, misalnya, dicitrakan sebagai tokoh yang tua, sentimen, pemarah tetapi sekaligus juga penuh ketenangan. Karakternya kuat dan mendominasi.

Di sisi lain, karakter Columbus dibangun sebagai seseorang yang cermat, berbicara terlalu cepat dan mudah goyah. Tokoh Wichita adalah wanita yang cuek, terkadang juga terlihat tangguh. Sedangkan Little Rock tak ubahnya seperti bocah yang menginginkan kebebasan, sehingga ia tergoda untuk mencari dunia barunya.

Film sekuel Zombieland ini tayang terbatas mulai 19 Oktober 2019 pada pertunjukan tengah malam. Serta tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 23 Oktober mendatang di Indonesia.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film Horor 13

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top