Bicarakan Seks dengan Anak, Inilah Saat yang Tepat Menurut Pakar

Kebanyakan orang tua berpikir masa-masa awal remaja merupakan momentum tepat untuk mulai berbicara tentang seks kepada anak-anak. Namun, pakar pengasuhan menyarankan untuk melakukan pembicaraan ini lebih awal dan menyebarkannya melalui beberapa diskusi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 November 2019  |  16:19 WIB
Bicarakan Seks dengan Anak, Inilah Saat yang Tepat Menurut Pakar
Ilustrasi - Independent.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Kebanyakan orang tua berpikir saat yang tepat membicarakan tentang seks dengan anak di saat sang buah hati berada di masa-masa awal remaja. Namun, pakar pengasuhan justru menyarankan untuk melakukan pembicaraan tentang seks lebih awal dan menyebarkannya melalui beberapa diskusi.

Pakar pengasuhan Michele Borba menekankan untuk secara efektif mendidik anak-anak tentang seks dan memastikan mereka merasa nyaman mencari saran dari orang tua. Oleh karena itu penting untuk memulai percakapan sejak usia 2 tahun.

"Saya pikir hal terbesar yang kita lakukan, dan ini hanya karena saya telah berbicara dengan begitu banyak anak dan orang tua, adalah bahwa kita menunda pembicaraan sampai 8, 9, 13, 16 tahun, ketika dalam kenyataannya, penelitian mengatakan kita lebih baik jika mulai pada usia 2 tahun," kata Borba, seperti dilansir Independent, Rabu (6/11/2019).

Borba melanjutkan, penelitian menyatakan anak-anak jauh lebih nyaman membicarakan soal seks jika orang tua membuka pembicaraan lebih awal secara natural.

Namun, hal ini tidak berarti mengajar balita tentang hubungan seksual. Percakapan tentang seks pada usia dini bisa dimulai dengan mengajar anak-anak istilah yang tepat untuk bagian vital tubuh dan tidak menggunakan istilah atau panggilan tertentu, misalnya burung untuk kemaluan laki-laki.

"Gunakan istilah seperti vagina dan penis ketika mereka masih muda dan itu membuatnya jauh lebih mudah, dan anak-anak sudah berpikir mereka bisa berbicara dengan ibu dan ayah tentang segalanya," ujar Borba.

Kalau tidak, orang tua dapat mengalami masalah membuat diri mereka tampak tidak nyaman, yang pada gilirannya dapat membuat anak-anak tidak nyaman dengan topik tersebut.

Setelah menciptakan hubungan dan anak-anak merasa nyaman berbicara kepada orang tua mereka tentang topik apa pun, Borba menyarankan agar orang tua mengikuti apa yang dipelajari dan diekspos anak-anak mereka seiring bertambahnya usia. Borba mengakui memang tidak ada usia yang tepat untuk menjelaskan seks kepada anak-anak.

"Yang penting adalah kita tidak menunggu terlalu lama atau anak akan mendapat informasi yang salah dari teman," kata Borba.

Untuk memastikan orang tua memiliki jawaban ketika ditanya, mereka dapat mempertimbangkan membaca dan berbicara dengan orang tua lain untuk mendapatkan gagasan tentang apa yang dipelajari anak-anak mereka, serta membaca buku kesehatan anak-anak.

Borba juga merekomendasikan mengikuti aturan yang berlaku sama untuk apa pun, dengan mempertimbangkan usia, tahap, dan mengapa mereka ingin tahu.

Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak menjelaskan apa yang mereka tanyakan, orang tua dapat mengikuti petunjuk anak mereka.

Borba juga menyarankan kepada orang tua untuk bertanya kepada anak-anak apa yang teman-teman mereka katakan tentang topik-topik yang berhubungan dengan seks.

"Maka Anda dapat mengatakan, itu tidak benar tetapi saya sangat senang kita memiliki kesempatan untuk membicarakannya," ujar Borba.

Selama percakapan ini, penting juga bagi orang tua untuk mempersonalisasikan diskusi berdasarkan faktor-faktor seperti minat, nilai-nilai dan agama, serta metode untuk menaklukkan tekanan teman sebaya dan mengajar anak-anak tentang pentingnya" tidak" berarti "tidak".

Jika anak-anak tidak mendatangi orang tua, atau Anda tidak yakin bagaimana memulai topik seks, Borba merekomendasikan untuk mengangkat topik tersebut secara alami, melalui film atau artikel majalah.

Secara keseluruhan, sementara tidak ada usia yang tepat untuk berbicara dengan anak-anak tentang seks, aturan praktis yang baik adalah untuk memulai lebih muda dari yang Anda harapkan.

"Sebagian besar dari kita berpikir bahwa kita akan melakukan pembicaraan besar ketika mereka masih remaja, tetapi pada saat itu mereka sudah mengetahui hal ini. Dan mungkin mendapatkan informasi yang salah," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seks, parenting, sex

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top