Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Diminta Serius Tangani Masalah Vape

penelitian harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari kandungan kimiawai cairan dan uap rokok elektrik hingga pengukuran risiko oleh faktor lama waktu pemaparan secara jangka panjang.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  14:16 WIB
Ilustrasi Vape. - Reuters
Ilustrasi Vape. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan vape sebagai alternative untuk mengatasi kecanduan pada rokok. Pasalnya, vape sering kali dianggap lebih aman daripada rokok tembakau.

Untuk mengetahui kebenaran tersebut, Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Achmad Syawqie Yazid meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi klinis laboratoris secara menyeluruh mengenai keamanan dari Vape tersebut.

Menurutnya, penelitian harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari kandungan kimiawi cairan dan uap rokok elektrik hingga pengukuran risiko oleh faktor lama waktu pemaparan secara jangka panjang.

“Masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui informasi yang akurat tentang produk alternatif yang resikonya lebih rendah daripada rokok. Jika ada edukasi kepada publik dan telah dilakukan riset lokal, maka pemerintah akan menghasilkan kebijakan terbaik,” ucap Syawqie, dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (19/12/2019).

Amalia, Peneliti YPKP mengatakan dari hasil penelitian YPKP tentang produk tembakau alternative, baru-baru ini, ditemukan bahwa pengguna Vape memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah dibandingkan dnegan perokok konvensional. “Hingga saat ini, penelitian masih terus berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Ariyo Bimmo, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar) mendesak pemerintah untuk segera membuat regulasi khusus bagi produk tembakau alternative atau vape  yang sesuai dengan karakteristik produk dan profil risikonya.

 “Regulasi tersebut harus berdasarkan kajian ilmiah yang komprehensif. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah, untuk melakukan kajian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif di Indonesia sehingga, regulasi yang dibuat nantinya dapat berdasarkan bukti ilmiah dan data yang akurat,” tuturnya.

Di sisi lain, I Gede Agus Maha, mewakili Asosiasi Vape Bali mengatakan, secara ekonomi keberadaan industri Vape dalam skala mikro telah banyak membantu para pengusaha UKM khususnya di Bali. Baik dalam meningkatkan taraf ekonomi maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Secara nasional, Vape telah memperkerjakan hingga 50 ribu orang di sektor ini dan hingga November 2019, telah tedapat 209 pabrik di berbagai wilayah Indonesia. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top