Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Pertama Paru-paru Bocor Akibat Vape Ditemukan di Indonesia

Indonesia sudah memiliki pasien dari temuan kasus pertama akibat dari rokok elektrik atau vape.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  17:35 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto di Gedung Kemenkes, Jakarta pada Rabu (15/1/2020) menjelaskan bahwa di Indonesia sudah terdapat penderita paru-paru bocor vape. - Bisnis.com/Ria Theresia Situmorang
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto di Gedung Kemenkes, Jakarta pada Rabu (15/1/2020) menjelaskan bahwa di Indonesia sudah terdapat penderita paru-paru bocor vape. - Bisnis.com/Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menyebutkan Indonesia sudah memiliki pasien dari temuan kasus pertama akibat dari rokok elektrik atau vape.

Berbicara di Gedung Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Rabu (15/1/2020), dia mengatakan pasien tersebut beralih mengonsumsi vape dalam 6 bulan setelah menghisap rokok tembakau konvensional selama 10 tahun.

“Pasien itu mengalami pneumothorax atau paru-paru bocor, sehingga harus dipasangi selang. Selama 10 tahun memakai rokok konvensional tidak ada keluhan, begitu dia pakai rokok eletrik 6 bulan sudah pneumothorax. Sekarang dia kapok nggak mau pakai kedua-duanya,” ujar Agus.

Kasus penyakit ini, lanjut Agus, mirip dengan temuan pneumothorax yang juga terjadi di Amerika Serikat. Dengan demikian, kasus ini dipastikan akan dilaporkan kepada lembaga kesehatan internasional yakni Asia Pacific Society of Respirology sebagai kasus akibat rokok eletrik pertama di Indonesia.

Agus pun menyebut kasus seperti kanker usus yang terjadi pada perokok vape memang sulit untuk diketahui karena memakan waktu yang sangat lama, mengingat bagi perokok konvensional pun perlu waktu bertahun-tahun untuk membuktikan kolerasi antara penyakit kanker paru dengan aktivitas merokok.

“Kalau kasus seperti pneumonia, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) itu sehari-hari saya sering (temui) pada pemakai rokok eletrik, berikut juga (penyakit) yang ringan-ringan,” ungkap Agus.

Oleh dari itu, Agus bersama dengan perhimpunan dokter lainnya menyarankan agar pemerintah segera dapat melalukan tindakan tegas terhadap pengendalian dan pengawasan distribusi produk vape.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape kesehatan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top