Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurangi Konsumsi Daging Turunkan Risiko Sakit Jantung

Saluran pencernaan manusia menampung komunitas bakteri atau disebut mikrobiota usus yang memainkan peran penting dalam metabolisme, penyerapan nutrisi, tingkat energi dan respons kekebalan tubuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  10:30 WIB
Memotong daging - Istimewa
Memotong daging - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mengurangi asupan daging dan mengikuti pola makan nabati dapat menurunkan risiko penyakit jantung, menurut penelitian dalam Journal of American College of Cardiology.

Para peneliti, seperti dilansir Indian Express, mengatakan, cara ini meminimalkan efek buruk mikroba di usus yang terkait dengan penyakit jantung.

Saluran pencernaan manusia menampung komunitas bakteri atau disebut mikrobiota usus yang memainkan peran penting dalam metabolisme, penyerapan nutrisi, tingkat energi dan respons kekebalan tubuh.

Saat Anda mengonsumsi daging merah, ada salah satu bahan kimia alami yang diproduksi bakteri usus ketika mereka mencernanya, yakni trimethylamine N-oxide (TMAO) yang telah berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung.

Menurut peneliti, konsumsi makanan nabati bisa mengurangi jumlah TMAO yang diproduksi dalam tubuh.

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti memeriksa 760 wanita yang berpartisipasi dalam Nurses 'Health Study - studi kohort terhadap perawat wanita berusia 30 - 55 tahun.

Peserta studi diminta melaporkan data tentang pola diet, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, ditambah data demografis lainnya. Mereka juga diminta memberikan dua sampel darah (yang kedua setelah 10 tahun).

Para peneliti lalu mengukur konsentrasi TMAO dalam komponen cairan darah, plasma, dari pengumpulan pertama hingga pengumpulan darah kedua.

Hasilnya, wanita dengan peningkatan kadar TMAO terbesar di seluruh studi memiliki risiko 67 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner (PJK).

Setiap peningkatan TMAO berhubungan dengan peningkatan 23 persen risiko PJK.

"Diet adalah salah satu faktor risiko paling penting yang dapat dimodifikasi untuk mengendalikan kadar TMAO dalam tubuh," kata Lu Qi, rekan penulis studi dari Tulane University.

Menurut para peneliti, berdasarkan temuan ini, penurunan kadar TMAO dapat berkontribusi untuk mengurangi risiko PJK. Selain itu, usus-mikrobioma mungkin bisa menjadi area baru untuk diteliti dalam rangka pencegahan penyakit jantung.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging penyakit jantung

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top