PDEI : Lockdown Perlu Disiapkan Jika Kondisi Memburuk

Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), dr Mahesa Paranadipa mengatakan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan lain yang bertugas dalam penanggulangan dan penanganan pasien suspek maupun positif COVID-19 wajib dilindungi
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  18:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) merekomendasikan pemerintah untuk menyiapkan kemungkinan terburuk yakni lockdown seperti yang dilakukan banyak negara terinfeksi virus corona atau COVID-19. 

"Upaya ini perlu dipertimbangkan apabila kondisi semakin memburuk, dan segala persiapannya sudah harus dilakukan dari sekarang. Kriteria lockdown untuk skenario terburuk sudah dibuat dalam sebuah pedoman," ujar Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr Moh. Adib Khumaidi dalam simposium ilmiah PDEI yang diadakan di Hotel Ibis Styles, Tanah Abang, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan wajib menyiapkan petugas surveilans epidemi yang terlatih di semua strata dinas kesehatan sampai Puskesmas dan mampu membuat pemetaan sesuai prioritas, serta tingkat potensi resiko sesuai kewilayahannya. 

PDEI juga mendorong universitas-universitas yang mempunyai Fakultas Kedokteran (FK) atau Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) membentuk Tim Surveilans Epidemologi dan membuat modul-modul aplikatif yang kemudian ditrainingkan untuk Petugas Dinas Kesehatan Provinsi (DinkesProv) dan Dinkes Kab/Kota untuk kemudian dilanjutkan ke para petugas kesehatan di Puskesmas. 

Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), dr Mahesa Paranadipa mengatakan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan lain yang bertugas dalam penanggulangan dan penanganan pasien suspek maupun positif COVID-19 wajib dilindungi berdasarkan UU Nomor 1/1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, UU Nomor 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, dan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 

"Pastikan juga kebutuhan alat pelindung diri (APD), waktu istirahat, nutrisi bagi seluruh petugas kesehatan terpenuhi dengan baik," tegasnya.

Sementara itu Mahesa meminta pemerintah mengumumkan secara berkala daerah-daerah yang menjadi sumber penularan virus corina. Bahkan pemerintah dapat menutup sementara daerah yang dipastikan terdapat pasien suspek atau positif COVID-19, selanjutnya melakukan disinfeksi di daerah tersebut.

Di sisi lain, PDEI dan MHKI meminta masyarakat agar jangan takut dan malu untuk memeriksakan diri jika memiliki gejala dan pernah kontak dengan orang lain atau baru saja dari negara yang juga terinfeksi COVID-19. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pengobatan, maka semakin besar peluang untuk kesembuhan. 

"Cegah bukan malah mengalah. Obati bukan malah rendah diri, Kooperatif bukan malah destruktif," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top