Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mainan Plastik Seperti Lego Bisa Bertahan Hingga 1.300 Tahun di Laut

Sebuah studi terbaru menyatakan bahwa mainan batu bata susun (brick) yang terbuat dari plastik seperti Lego bisa bertahan selama 1.300 tahun di lautan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  19:39 WIB
Lego - Bisnis/Mia Chitra Dinisari
Lego - Bisnis/Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi terbaru menyatakan bahwa mainan batu bata susun (brick) yang terbuat dari plastik seperti Lego bisa bertahan selama 1.300 tahun di lautan.

Dilansir dari Science Daily, Senin (23/3/2020), studi penelitian itu dipimpin oleh University of Playmouth, Inggris, yang meneliti sejauh mana mainan populer anak-anak itu berdampak pada lingkungan laut.

Dengan mengukur massa dari mainan tersebut, para peneliti memperkirakan benda itu dapat bertahan selama 100 tahun hingga 1.300 tahun lamanya.

Mereka mengatakan temuan ini memperkuat pesan bahwa orang perlu berpikir dengan hati-hati tentang bagaimana mereka membuang barang-barang tersebut, karena akan berdampak terhadap lingkungan.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Environmental Pollution itu berfokus pada mainan brick Lego yang ditemukan tersapu di garis pantai Inggris Barat Daya.

Studi ini mengkhususkan pada penghitungan massa 50 potong Lego yang dikumpulkan dari pantai. Objek tersebut lalu dicuci dan kemudian diteliti di laboratorium universitas.

Para peneliti menemukan karakteristik kimiawi dari masing-masing blok lalu kemudian diolah menggunakan spektrometer flouresensi sinar x (XRF), dengan hasil yang digunakan untuk mengkonfirmasi usia potongan individual berdasarkan keberadaan unsur tertentu.

Peneliti kemudian memasangkan barang tersebut dengan set lain yang dibeli pada tahun 1970an hingga 1980an untuk mengidentifikasi tingkat keausan dan berapa lama potongan-potongan objek itu dapat terus bertahan di lingkungan laut.

Andrew Turner, selaku ketua penelitian, mengatakan bahwa mainan seperti Lego memang dirancang untuk dimainkan secara keseluruhan sehingga daya tahannya selalu menjadi perhatian utama. Akan tetapi, urusannya dengan lingkungan membuatnya terkejut.

Dia melanjutkan bahwa potongan yang diteliti telah dihaluskan dan dihitamkan dengan beberapa struktur yang telah retak dan terfragmentasi. Hasilnya, menunjukkan bahwa potongan tersebut dapat terurai menjadi mikro plastik.

“Sekali lagi, penelitian ini menekankan pentingnya orang membuang barang bekas dengan benar untuk memastikan mereka tidak menimbulkan masalah potensial bagi lingkungan sekitar, termasuk luat,” katanya.

Selama dekade terakhir, organisasi sukarela dari Cornwall seperti Rame Peninsula Beach Care dan Lego Lost at Sea Project, telah mengambil ribuan keping mainan itu dan sampah plastik lainnya selama pembersihan pantai reguler.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa banyaknya mainan plastik yang berada di laut hingga terdampar di pinggiran pantai bisa jadi merupakan barang yang hilang selama bermain atau masuk melalui proses limbah rumah tangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan lego
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top