Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Klinis 4 Obat Virus Corona, Indonesia Terlibat dalam Riset WHO

Indonesia terlibat dalam riset ini dilaksanakan oleh WHO bersama 44 negara lain untuk mendapatkan bukti klinis terhadap pasien virus corona (Covid-19).
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  20:40 WIB
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia berpartisipasi untuk mempercepat penemuan obat yang efektif dalam menangani virus corona (Covid-19) bersama World Health Organization (WHO).

Selain Indonesia, tercatat sebanyak 45 negara lain yang juga berpartisipasi dalam riset bersama WHO dalam program Solidarity Trial. Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. Navaratnasamy Paranietharan, menyambut baik kesediaan Indonesia tersebut yang dinilainya akan menjadi kontribusi penting Indonesia dalam upaya global untuk mempercepat penemuan obat yang efektif dalam penanganan Covid-19.

Solidarity Trial merupakan suatu program WHO untuk melakukan pengujian klinik terhadap 4 alternatif terapi yang sudah dilakukan selama ini, yaitu remdesivir, gabungan lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon (ß1b), dan chloroquine.

Riset ini dilaksanakan untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektifitas dan keamanan terbaik terhadap pasien Covid-19 dan didesain secara khusus untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menghasilkan bukti yang kuat terhadap 4 alternatif terapi tersebut tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip Cara Uji Klinis yang Baik/Good Clinical Practice (CUKB/GCP).

Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan, dr. Siswanto menjelaskan bahwa sejak 20 Maret 2020, Kementerian Kesehatan telah menyampaikan kesediaan Indonesia untuk bergabung dalam Solidarity Trial yang awalnya untuk berpartisipasi pada pengujian klinik remdisivir.

“Indonesia siap berpartisipasi aktif pada riset 4 alternatif terapi Covid-19 dalam Solidarity Trial WHO,” tulis Siswanto dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2020).

Dia mengharapkan melalui partisipasi aktif ini maka obat virus corona dapat segera ditemukan alternatif terbaik dalam perawatan pasien Covid-19 di Indonesia. Sebagai informasi, hingga Selasa (31/3/2020), jumlah pasien positif terinfeksi virus Covid-19 mencapai 1.528 orang, dari angka tersebut sebanyak 1.311 dirawat.

Sementara itu, jumlah korban jiwa dari virus corona mencapai 136 orang atau 8,9 persen dari total kasus positif. Sebanyak 81 orang telah dinyatakan sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia obat corona who covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top