Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bagaimana Berkumur yang Benar Saat Puasa?

Salah satu tahapan wudhu, yaitu berkumur berisiko membatalkan ibadah puasa jika tidak dilakukan dengan benar.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 24 April 2020  |  16:48 WIB
Ilustrasi bau mulut - Istimewa
Ilustrasi bau mulut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Berpuasa adalah ibadah wajib yang dilakukan umat Islam di bulan ramadan.

Sebagai seorang muslim yang baik tentunya kita ingin menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Namun, tak dapat dipungkiri tanpa sadar kita membatalkan puasa lewat aktivitas yang rutin dilakukan sebelum melakukan ibadah salat, yakni berwudhu,

Ya, salah satu tahapan wudhu, yaitu berkumur berisiko membatalkan ibadah puasa jika tidak dilakukan dengan benar. Karena seringkali tanpa disadari air yang digunakan saat berkumur tertelan sebagian.

Selain berkumur, tahapan lain dari wudhu yang juga berisiko membatalkan ibadah puasa adalah membasuh atau menghirup air ke dalam hidung.

Lantas, bagaimana sebetulnya tata cara berwudhu yang baik dan benar saat sedang menjalankan ibadah puasa?

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan tata cara berwudhu saat seorang muslim sedang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Imam Ibnu Baz dalam Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawi'ah orang yang sedang menjalankan ibadah puasa tetap diharuskan berkumur dan menghirup air ke dalam hidung sebagai upaya menyempurnakan wudhu. Namun, agar air tidak masuk ke tenggorokan dan akhirnya membatalkan ibadah puasa yang harus dilakukan adalah tidak berlebihan.

Hal tersebut sesuai dengan Hadist Riwayat (HR) Nasa'i yang berbunyi "Sempurnakanlah wudhu, bersungguh-sungguhlah ketika istisyaq (menghirup air ke dalam hidung), kecuali ketika kamu sedang puasa."

Sementara itu, Muhammad bin Al-Khatib Asy-Syarbini dalam buku berjudul Mughnil Muhtaj menjelaskan berlebih-lebihan saat berkumur yang dapat membatalkan ibadah puasa adalah memasukkan air hingga ujung langit-langit mulut serta mengenai sisi gigi dan gusi. Demikian halnya dengan istisyaq, tidak perlu dilakukan secara berlebihan, cukup basuh atau bilas hidung tanpa perlu menghirup air ke dalam.

Bagaimana jika air tetap masuk ke dalam tenggorokan walaupun berkumur atau istinsyaq sudah dilakukan dengan hati-hati? Anda tak perlu khawatir karena Allah SWT maha mengetahui apa yang Anda lakukan. Wallahu A'lam Bishawab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan tips puasa bugar Tips Puasa
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top