Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Puasa, Sayur dan Buah Beku Solusi Cadangan Gizi di Tengah Pandemi

Sayur dan buah yang dibekukan masih terbilang makanan sehat dibanding makanan kemasan lain yang sudah banyak bahan pengawet dan zat pewarna.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:31 WIB
Sayuran hijau - mogreenjuice.com
Sayuran hijau - mogreenjuice.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penyebaran virus corona membuat aktivitas di luar rumah menjadi terbatas, termasuk untuk berbelanja bahan makanan. Sementara itu, tubuh dituntut untuk mengonsumsi makanan bergizi agar bisa terhindar dari penyakit.

Dr. Raissa Edwina Djuanda, spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Puri Indah mengatakan faktor yang mempengaruhi kerentanan tubuh terhadap infeksi virus salah satunya adalah imunitas. Lemahnya imunitas terjadi ketika tubuh kekurangan gizi atau nutrisi.

Oleh karena itu, memperhatikan gizi atau nutrisi sangat penting di tengah masa pandemi virus corona yang bisa berujung pada kematian ini.

Dia menjelaskan pada dasarnya, terdapat tiga jenis zat gizi atau nutrisi yang penting bagi tubuh manusia untuk mencegah virus, yaitu makronutrien, mikronutrien, dan nutrient spesifik. Makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Mikronutrien terdiri dari vitamin seperti vitamin A, C, D, dan E, serta mineral seperti selenium dan zinc. Sementara nutrien spesifik terdiri dari omega 3, hesperidin dan prebiotik. Semua zat itu terdapat dari makanan segar seperti sayur, buah, daging, telur, dan ikan.

Nah, untuk mendapatkan gizi seimbang selama masa pandemi corona, bisa dengan mengonsumsi 1/3 piring karbohidrat seperti nasi, ubi, kentang, jagung, singkong, mie dan bihun. Kemudian 1/6 piring berisi protein seperti ikan, ayam, daging sapi, telur, susu dan produk olahan, tempe, tahu, serta kacang-kacangan. Lalu setengah piring berisi vitamin dan mineral yang berasal dari buah-buahan serta sayuran.

Namun memang mendapatkan dan mengonsumsi makanan segar menjadi sulit saat ini karena adanya pembatasan sosial. Aktivitas belanja menjadi jarang untuk menghindari penularan virus corona. Akhirnya banyak orang yang memilih opsi “menyetok” makanan beku atau makanan kaleng.

Raissa menjelaskan sebenarnya masyarakat bisa menyimpan buah dan sayuran dalam jangka waktu lama untuk menghindari makanan beku dan makanan kaleng. Caranya sayur dan buah-buahan bisa disimpan di dalam freezer. “Jadi lebih tahan lama, bisa tahan sampai 2 bulan,” sebutnya kepada Bisnis.

Sebelum disimpan di dalam freezer, buah dan sayur harus dicuci bersih terlebih dahulu. Untuk sayur bisa  dilakukan teknik blansir terlebih dahulu. Blansir adalah Teknik memasak dengan cara merebus atau mengukus sayuran dalam waktu singkat kurang lebih 2-3 menit. Usai di blansir, katanya langsung direndam dengan es batu untuk menghilangkan panas untuk kemudian disimpan di dalam wadah dan kemudian diletakkan ke dalam freezer.

Diakui Raissa, nutrisi di dalam makanan yang dibekukan pasti berkurang tetapi tidaklah banyak. “Sayur dan buah yang dibekukan masih terbilang makanan sehat dibanding makanan kemasan lain yang sudah banyak bahan pengawet dan zat pewarna,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menganjurkan agar selama masa pandemi virus corona, masyarakat setidaknya memperbanyak asupan buah dan sayur setidaknya 5 porsi dalam sehari. Kebutuhan protein juga dicukupi dan menghindari makanan mentah. Utamakan memasak makanan sendiri. Kalaupun harus memesan makanan, setelah menerima makanan tersebut segera buang pembungkusnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips puasa bugar Virus Corona pandemi corona Tips Puasa
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top