Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Virus Corona Dapat Tersedia Tahun Ini

Vaksin untuk menghentikan pandemi virus corona (Covid-19) disebut-sebut dapat tersedia paling cepat tahun ini untuk kalangan rentan terinfeksi seperti tenaga medis.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 April 2020  |  06:33 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksin untuk menghentikan pandemi virus corona (Covid-19) disebut-sebut dapat tersedia paling cepat tahun ini untuk kalangan rentan terinfeksi seperti tenaga medis.

Perkiraan tersebut bahkan lebih dini dari perkiraan awal. Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yang mendanai sembilan proyek vaksin virus corona berbeda, sebelumnya menyatakan bahwa suntikan vaksin itu dapat siap dalam kurun waktu 12 bulan-18 bulan.

“Taksiran tersebut tidak memperhitungkan kemungkinan kerja sama yang erat oleh perusahaan-perusahaan untuk mempercepat prosesnya, pendaftaran yang lebih cepat dalam uji coba terhadap manusia, dan faktor-faktor lain,” tutur Richard Hatchett, pimpinan organisasi yang berbasis di Oslo itu, seperti dilansir melalui Bloomberg.

“Itu semua adalah hal yang saat ini kita lihat sebagai peluang potensial untuk mungkin memberikan vaksin bahkan lebih cepat dari 12 hingga 18 bulan yang sebelumnya kami utarakan,” tambahnya pada Senin (27/4/2020).

Ketika jumlah kasus terinfeksi virus corona secara global menghampiri angka 3 juta, tekanan untuk menghasilkan terapi dan vaksin untuk memerangi penularannya semakin tumbuh. Puluhan perusahaan di seluruh dunia, Sanofi, Johnson & Johnson dan Moderna Inc., berupaya memperoleh vaksin ini.

Meski demikian, sebagian ahli memperingatkan untuk berhati-hati, mengingat sebagian besar vaksin perlu menjalani tes selama bertahun-tahun sebelum memasuki pasar. Oleh karenanya, periode 12 hingga 18 bulan terbilang akan sangat cepat.

Hatchett sendiri mengatakan tidak ingin memberi janji berlebihan, tetapi beberapa vaksin yang didukung oleh CEPI dapat segera memasuki tahap kedua pengujian setelah akhir musim semi atau musim panas.

Artinya, tahap tersebut dapat dilakukan pada 2020 jika terbukti aman dan efektif, mungkin berdasarkan penggunaan darurat. Dalam skenario ini, vaksin-vaksin itu mungkin hanya dapat diakses oleh populasi dengan risiko tertentu sebelum digunakan di masyarakat lebih luas.

“Para pengembang memperhatikan contoh-contoh di masa lalu dimana pengembangan vaksin yang cepat sayangnya membawa hasil buruk,” lanjut Hatchett.

“Kami melakukannya dengan sangat serius. Kami tidak dapat mengambil jalan pintas. Sangat penting bagi kami untuk memastikan keamanan dan keberhasilan,” katanya lagi.

Dengan eksperimen vaksin yang berkembang, para pemerintah dan kelompok kesehatan beralih ke tantangan untuk memproduksi dosis yang cukup guna memenuhi permintaan global serta memastikan bahwa suntikan vaksin didistribusikan secara adil.

CEPI berencana mendirikan pabrik di setiap wilayah di dunia dan telah berdiskusi dengan kelompok lain termasuk Gavi, Vaccine Alliance, yang membantu negara-negara berkembang membiayai dan mendistribusikan vaksin.

“Mengingat gangguan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi dan keterkaitan ekonomi global, jika kita tidak mengatasi pandemi di mana-mana, kita masih akan menghadapi risiko," pungkas Hatchett.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top