Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Empat Kelompok Ini Tidak Disarankan Berpuasa

Puasa memberikan kesehatan bagi jantung dan tekanan darah. Namun, ada beberapa kelompok yang disarankan tidak boleh berpuasa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  07:41 WIB
Ilustrasi adzan buka puasa -
Ilustrasi adzan buka puasa -

Bisnis.com, JAKARTA - Selama Ramadan, umat beragama Islam menjalankan puasa untuk menyambut Idulfitri. Namun, banyak juga pihak yang ingin mendapatkan tubuh langsing dengan cara berpuasa.

Beberapa penelitian juga telah membuktikan puasa sewaktu juga bermanfaat pada kesehatan jantung, tekanan darah, hingga keseimbangan gula darah.

Walaupun begitu, perilaku dan pola makan dalam periode waktu tertentu ini ternyata tidak boleh dilakukan oleh orang-orang dengan kondisi tertentu. Berikut adalah empat kondisi orang yang tidak boleh mencoba intermittent fasting.

1. Orang yang menderita gangguan pola makan

 Intermittent fasting mengharuskan seseorang untuk mempraktikkan jendela makan (periode waktu boleh makan dan periode waktu untuk puasa) yang disiplin dan membatasi jenis makanan tertentu.

Kondisi ini bisa menjadi pemicu bagi mereka yang mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia, bulimia, hingga binge eating.

2. Ibu hamil

Ibu hamil pada dasarnya makan untuk dua orang, untuk dirinya dan janin dalam kandungannya. Meskipun porsi makan ibu hamil tetap tidak boleh berlebihan, ibu hamil tetap membutuhkan energi karena membawa janin dalam perut bukanlah hal yang mudah.

Ibu hamil yang melakukan diet puasa sewaktu tidak hanya akan mengalami pengurangan tingkat energi, namun juga penurunan kadar gula darah. Selain itu nutrisi dan kalori yang dibutuhkan janin dikhawatirkan tidak akan terpenuhi.

3. Orang dengan diabetes tipe 1

Meskipun beberapa penelitian mengatakan bahwa diet tertentu, termasuk puasa sewaktu, dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Namun bagi mereka yang menderita diabetes akut, atau bergantung pada insulin, menjalankan diet puasa sewaktu justru dapat membahayakan.

Jendela puasa yang panjang pada diet puasa sewaktu dapat mempengaruhi kadar gula darah dan bahkan menurunkannya ke tingkat yang berbahaya. Oleh karena itu, mereka yang menderita diabetes idealnya harus makan teratur, bergizi dan tidak berpuasa selama berjam-jam. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan kronis, seperti kanker.

4. Orang yang sedang berolahraga berat secara intensif

Bagi atlet yang sedang intensif melakukan aktivitas fisik berat, memang disarankan untuk mengurangi asupan kalori dalam bentuk tertentu. Namun puasa sewaktu bukanlah pilihan yang bijak.

Dalam pertandingan olahraga yang berat, ketahanan dan kekuatan tubuh bergantung pada pengaturan nutrisi yang tepat (termasuk elektrolit, kalori, protein) yang cukup. Namun hal tersebut akan sulit dipenuhi bila menjalani diet puasa sewaktu.

Pada dasarnya diet apa pun, termasuk puasa sewaktu, bekerja paling baik ketika Anda menjadikan kesehatan sebagai prioritas pertama. Penurunan berat badan seharusnya bukan satu-satunya tujuan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa Ramadan Tips Puasa
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top