Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Ramadan, Kini Masker Menjadi Fashion dan Status Sosial

Corak masker yang cantik ditangkap oleh para pelaku usaha di bidang fashion, khususnya busana muslim, terutama saat Ramadan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  21:46 WIB
Masker fashion dari Kisera
Masker fashion dari Kisera

Bisnis.com, JAKARTA - Munculnya pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali pada dunia fashion (fesyen). Salah satu tren fesyen yang muncul saat ini adalah penggunaan masker.

Yuswohady, Managing Partner Inventure mengatakan pada awalnya masker memang digunakan karena fungsinya sebagai bagian dari pelindung diri. Namun, ketika setiap orang diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, maka fungsinya berubah menjadi sebuah fesyen. Apalagi secara posisi, masker berada di wajah sehingga desain dan bentuknya dapat disesuaikan dengan aktivitas si pemakai.

Tren masker ini, sambungnya, harus ditangkap sebagai peluang oleh para pelaku usaha di bidang fesyen, khususnya fesyen muslim. Terutama di bulan Ramadan ini, ketika banyak masyarakat yang mulai mencari hijab atau baju lebaran.

Pelaku usaha, sambungnya, harus berinovasi menciptakan tren tersendiri seperti hijab atau khimar yang dipadupadankan dengan penutup hidung dan mulut serta dikemas dalam satu desain menarik.

“Masker yang dipadupadankan dengan hijab akan terus menggelinding menjadi fesyen kekinian dan akan menjadi identitas keren bagi pemakainya,” ujar Yuswohady.

Apalagi saat ini tidak sedikit desainer ternama yang mulai memproduksi masker dengan membubuhkan brandnya sehingga masker tak hanya menjadi fesyen tetapi juga dilihat sebagai status sosial.

Menurutnya, tren ini akan berlangsung lama dan bisa membentuk suatu kenormalan baru sehingga meskipun Pandemi Covid-19 berakhir, masyarakat tetap akan menggunakan masker dalam berbagai aktivitasnya.

Salah satu pelaku usaha yang melihat peluang bisnis ini adalah Ardhina Dwiyanti Pemilik Kisera Scarf. Pada awalnya, Ardhina tidak spesifik menjual masker sebab dijadikan sebagai bagian dari marketing untuk mendongkrak penjualan hijab atau memberikan nilai lebih di tengah masa pandemi yang cukup memukul bisnis.

“Tadinya bundle sama kerudung, kalau beli kerudung dapat free 2 masker 2 in 1. Ini sebagai salah satu cara menaikkan value,” tuturnya.

Namun, rupanya permintaan masyarakat akan masker cukup besar sehingga dia pun mulai menjual masker terpisah dari kerudung dengan harga yang dibanderol sekitar Rp15.000 untuk 1 pcs.

Sesuai dengan konsep Kisera yang mengunggulkan desain 4 in 1 artinya di dalam satu hijab terdapat 4 warna yang berbeda. Maka masker yang dikembangannya pun mengambil konsep double side printing atau masker 2 in 1 sehingga memiliki 2 warna yang bisa dibolak-balik menggunakan bahan scuba.

“Penjualannya Alhamdulillah di luar ekspektasi, banyak masyarakat yang pengen beli masker. Dengan masker yang bermotif dipadu dengan kerudung membuat penggunanya terlihat semakin cantik,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion sosial Virus Corona masker
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top