Lokapala: Saga of Six Realms, Bangkitnya Industri Gim MOBA di Tanah Air

produsen gim lokal Anantarupa Studio berhasil menciptakan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Esport pertama asal Indonesia bernama Lokapala: Saga of Six Realms.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  15:03 WIB
Lokapala: Saga of Six Realms, Bangkitnya Industri Gim MOBA di Tanah Air
Moba

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia boleh saja masih kalah dalam hal investasi dan pengembangan industri gim dari negara-negara lain. Namun, hal itu tak serta merta membuat para kreator gim Indonesia menyerah bersaing dengan gim buatan negara lain.

Dalam hal ini, produsen gim lokal Anantarupa Studio berhasil menciptakan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Esport pertama asal Indonesia bernama Lokapala: Saga of Six Realms.

CEO Anantarupa Studios, Ivan Chen mengungkapkan alasannya memilih moba sebagai gim yang dikembangkan oleh pihaknya, selain karena banyak peminat  terhadap genre gim ini di Tanah Air. Menurutnya, faktor industri gaming yang belum tereksplor dengan maksimal meski memiliki potensi yang besar.

"Tidak ada game lokal yang jatohnya [menggarap segmen] e-sport kemudian kita ingin memperkenalkan tokoh sejarah atau mitologi Nusantara, terakhir kita ingin mempromosikan gaming sebagai hal yang positif," tuturnya pada peluncura melalui live streaming channel YouTube Lokapala MOBA, Rabu, (20/5).

Dia turut menjelaskan bahwa dalam gim ini terdapat enam loka, yang dalam bahasa Sansekerta artinya pelindung jagat dan terdapat delapan unsur dari setiap ksatria sebagai pahlawan lokal.

“Ada juga beberapa fitur, ada UI baru yang akan kita update berkala, ada juga Yantra system, rank system, lalu ada shop juga kita perkenalkan kemudian dalam game akan ada 'Rakhshasa' untuk comeback, Ganking Lane, kemudian The Ancient One," jelasnya.

Co-Founder dan COO Anantarupa Studios, Diana Paskarina pun melihat bahwa potensi MOBA sangat besar di Tanah Air dan masih sedikit produk gim buatan anak negeri yang bisa bersaing dengan gim luar. Menurutnya, industri gim pun di Korea Selatan telah mengalahkan industri K-Pop sebesar 11 persen.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga pun mengamini bahwa gim Lokapala berpotensi untuk menjual nama baik Indonesia dalam industri eSports secara global, hingga dapat meraih popularitas layaknya Mobile Legends atau game MOBA lainnya.

"Saya mendapatkan mandat khusus dari Bapak Presiden Joko Widodo, untuk mencari dan menggali pasar-pasar potensial, khususnya untuk ekspor Indonesia ke depan. Kami melihat gim daring menjadi salah satu potensi atau alternatif ekonomi baru. Dengan dirilisnya Lokapala, saya berharap bisa menjadi tonggak sejarah baru," tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, gim ini memiliki hero yang disebut Ksatriya. Pakaian atau penampilan Ksatriya Lokapala benar-benar membawa budaya Indonesia, meliputi pula beberapa cerita menarik untuk setiap hero.

Lokapala pun bekerja sama dengan anak perusahaan PT Telkom Indonesia, Melon Indonesia sebagai publisher yang fokus di bisnis gim di Indonesia.

Dedi Suherman mengungkapkan beberapa alasan mereka tertarik menjadi publisher Lokapala.

“Jadi kami sejak masuk ke bisnis game itu dalam dua tahun terakhir kita hunting. Kita juga dalam perjalanan hunting ini akhirnya kita ketemu dengan satu game yang kita lihat sangat siap, yaitu Lokapala. Kenapa Lokapala? Pertama genrenya MOBA,” ujar Dedi.

Dedi melihat perkembangan esports sangat besar di Indonesia. Menurutnya, genre tersebut dapat di-monetize dan bertahan di pasar.

 “Salah satu gim MOBA, Mobile Legend, sejak 2017 bertahan di tiga besar di Indonesia, di semua telko dan semua platform. [Kini] kami ketemu Lokapala sebagai gim yang cocok, bergenre MOBA, yang kedua game lokal pertama yang bisa dilaksanakan dengan esports,” jelasnya.

Selain itu karena bersifat lokal, Dedi optimis bahwa gim ini bisa memberikan nuansa nasionalisme.

“Kenapa kita pilih Lokapala? Karena kita ingin developer lokal punya kebanggaan dan bisa menghasilkan revenue dan monetizing,” tambahnya.

Untuk diketahui, Gim ini sudah dirilis di Google Play Store pada 31 Januari 2020 dalam versi beta dan versi stabilnya pada 20 Mei 2020.

Adapun terdapat spesifikasi minimum untuk Lokapala adalah ponsel yang memiliki SoC setara atau lebih dari Qualcomm Snapdragon 450, Mediatek Helio P22, atau Samsung Exynos 7870; RAM sebesar 2 GB; dan memori kosong sebesar 400 MB.

Sementara itu, spesifikasi rekomendasi untuk Lokapala adalah ponsel yang memiliki SoC setara atau lebih dari Qualcomm Snapdragon 636, Mediatek Helio P35, atau Samsung Exynos 7904; RAM sebesar 3 GB; dan memori kosong sebesar 500 MB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
game online, Gim Daring

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top