Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Cuka Apel Bisa Memperpanjang Usia?

Cuka apel adalah minuman apel yang difermentasi. Pembuatannya yakni mencampur apel yang telah dihancurkan dengan ragi, saat proses itu gula akan terfermentasi dan mengubahnya menjadi alkohol.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  10:41 WIB
Benarkah Cuka Apel Bisa Memperpanjang Usia?
Cuka apel - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Cuka apel ternyata memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan. Digadang-gadang, minuman dari sari apel ini bisa membuat hidup lebih panjang.

Dilansir dari Express UK, cuka apel adalah minuman apel yang difermentasi. Pembuatannya yakni mencampur apel yang telah dihancurkan dengan ragi, saat proses itu gula akan terfermentasi dan mengubahnya menjadi alkohol. Bakteri kemudian ditambahkan untuk memfermentasi alkohol lebih lanjut, mengubahnya menjadi asam asetat yang merupakan senyawa aktif utama dalam cuka.

Selama bertahun-tahun, cuka sari apel telah menjadi obat rumahan yang populer karena berbagai efek antimikroba dan antioksidannya. Menurunkan kadar gula darah dan mengontrol diabetes tipe 2 adalah salah satu manfaatnya.

Diabetes adalah kondisi yang menyebabkan kadar gula darah seseorang menjadi terlalu tinggi, dan jika kondisinya tidak terkontrol dengan baik atau tidak diobati, akan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Namun perlu dicatat, bagi penderita diabetes dan saat ini sedang minum obat penurun gula, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonumsi cuka apel.

Tetapi mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes juga dapat mengambil manfaatnya. Gula darah dan kadar insulin mereka akan terkontrol. Diketahui, gula darah yang tinggi adalah penyebab utama penuaan dan sejumlah penyakit kronis.

Satu studi kecil menunjukkan cuka apel dapat meningkatkan sensitivitas insulin 19 hingga 34 persen selama makan karbohidrat tinggi dan secara signifikan dapat menurunkan gula darah sebagai respons insulin. Sejumlah penelitian lain menunjukkan cuka apel dapat meningkatkan fungsi insulin dan menurunkan kadar gula darah setelah makan.

Selain diabetes, cuka apel dapat membuat hidup lebih panjang karena dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan kondisi ini, seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Studi menunjukkan cuka sari apel dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta faktor risiko penyakit jantung lainnya. Studi yang melibatkan tikus juga menunjukkan cuka mengurangi tekanan darah.

Cuka sari apel juga bisa mengatasi obesitas atau kelebihan berat badan. Sudah jelas, kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan sejumlah kondisi serius dan berpotensi mengancam jiwa, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Tetapi beberapa penelitian menunjukkan cuka dapat meningkatkan perasaan kenyang, membuat seseorang makan lebih sedikit kalori dan menurunkan berat badan.

Sebuah studi dilakukan yang mengetes sejumlah orang untuk mengonsumsi cuka bersama dengan makanan tinggi karbohidrat. Hasilnya mereka merasakan lebih kenyang, dan setelah peserta makan 200 hingga 275 kalori lebih sedikit.
Adapun untuk mengonsumsi cuka apel, cukup dengan menuangkan 1-2 sendok ke dalam segelas air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

usia Buah Apel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top