Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Penyakit Legionnaire Bisa Membunuh Seperti Virus Corona

Penyakit legionnare muncul di wilayah yang bangunannya tak dipakai selama beberapa waktu karena ditutup.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  13:59 WIB
Batuk - fastpaceurgantcare.com
Batuk - fastpaceurgantcare.com

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), ahli kesehatan mengingatkan adanya penyakit legionnaire yang juga berpotensi menyebabkan kematian.

Legionnaire juga memiliki gejala yang sama dengan Covid-19, yakni demam, batuk kering, sesak napas dan nyeri otot. Penyakit tersebut muncul di wilayah yang bangunannya tak dipakai selama beberapa waktu karena ditutup.

Bangunan yang sebelumnya ditinggalkan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya penyakit legionnaire. Penyakit pernapasan penyebab pneumonia berat dan dapat mematikan bila pasien tak dirawat segera.

Namun, orang tidak bisa mengenali penyakit legionnaire dari orang yang terinfeksi. Penyakit ini menginfeksi orang-orang melalui tetesan air inhalasi atau kabut yang membawa bakteri Legionella pneumophila.

"Legionnaires tidak menyebar dari orang ke orang tetapi menyebabkan wabah melalui tetesan air udara yang terkontaminasi dari sumber termasuk pancuran, keran, sistem pendingin udara, kolam spa, kolam air panas dan air mancur," menurut Anne Clayson, associate professor di bidang kesehatan dan kesehatan kerja di University of Manchester seperti dilansir Medical Daily.

Bakteri L. pneumophila umumnya hidup di lingkungan yang hangat dan mendapatkan makanan dari endapan pipa. Bangunan yang lama tidak dipakai memungkinkan bakteri berkembang biak dan akhirnya mencemari sistem air.

"Semua sistem air berisiko terhadap kontaminasi yang sebenarnya bisa dicegah ini, tetapi bangunan yang tidak aktif dan dinonaktifkan paling berisiko," kata Clayson dalam sebuah artikel yang diunggah di Conversation.

Clayson mengatakan orang-orang kemungkinan melihat penyebaran penyakit legionnaire secara tiba-tiba di negara-negara yang menutup sejumlah besar bangunan karena lockdown seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris dan Belanda.

Sebelum pandemi, negara-negara tersebut sudah menghadapi masalah karena tingginya kasus penyakit legionnaire. Pada 2017, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris dan Belanda mencakup 70 persen dari semua kasus di Eropa.

Clayson mengatakan penyakit legionnaires juga menargetkan orang-orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Kedua penyakit dapat dengan mudah mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua, pria dan mereka yang memiliki kondisi paru-paru kronis dan penyakit lain, seperti diabetes.

Clayson menyarankan pejabat publik dan swasta perlu memeriksa komprehensif sistem air di kantor, sekolah, pabrik dan bangunan lain untuk mengurangi risiko penyakit legionnaire.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Batuk covid-19

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top