Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangi Tawarkan Video Kreatif Singkat Belajar Banyak Hal

Platform yang dikembangkan oleh Area 120—inkubator startup internal Google—ini memang baru hadir beberapa hari lalu di Google Play Store.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  10:05 WIB
Aplikasi Tangi
Aplikasi Tangi

Bisnis.com, JAKARTA – Nama Tangi Quick Videos (Tangi) mungkin masih asing bagi sebagian besar pengguna gawai di seluruh dunia, terutama yang menggunakan perangkat Android. Wajar saja, karena platform berbagi video pendek besutan Google ini memang masih seumur jagung.

Platform yang dikembangkan oleh Area 120—inkubator startup internal Google—ini memang baru hadir beberapa hari lalu di Google Play Store. 8Adapun, pengguna perangkat iOS berkesempatan menikmati platform tersebut lebih awal. Tangi sudah bisa diunduh melaui Apple App Store sejak 30 Januari 2020.

Konon, nama Tangi merupakan kependekan dari "teach and give" atau "tangible things you can make". Selain itu, dikabarkan bahwa platform ini disiapkan khusus untuk menyaingi kepopuleran TikTok, platform serupa besutan ByteDance.

Walaupun demikian, Tangi tidak serta merta hadir dengan konsep yang sepenuhnya sama dengan TikTok. Tangi hadir dengan konsep yang justru menyerupai platfom berbagi gambar Pinterest dengan pengelompokan langsung pada laman utama.

Video yang ada dikelompokkan ke dalam sejumlah kategori, antara lain Art, Beauty, Cook, Do It Yourself (DIY), Décor, dan Lifestyle. Durasi video tersebut maksimal satu menit atau sama dengan durasi video pada TikTok.

Mengutip TechCrunch, founder Tangi Coco Mao mengatakan platform yang pihaknya kembangkan berfokus pada video kreatif yang digunakan untuk mempelajari sesuatu, alih-alih sekadar hiburan.

“Tujuan dari platform kami adalah membantu orang-orang belajar membuat kerajinan, memasak, dan menciptakan sesuatu lewat video berdurasi satu menit,” katanya.

Untuk menikmati berbagai video di Tangi, terlebih dahulu Anda harus masuk atau log-in menggunakan Google Account. Kemudian setelahnya Anda baru bisa mengatur profil akun, diantaranya menentukan username, mengganti foto profil, mengisi biografi singkat, mengisi alamat surel, dan mencantumkan situs pribadi.

Layaknya platform berbagi konten lainnya, Anda juga bisa menyukai atau memberikan komentar terhadap berbagai video yang diunggah. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur TryIt untuk memberikan komentar dengan tambahan gambar.

Misalnya, Anda sukses membuat sesuatu setelah mengikuti langkah-langkah yang dipaparkan dalam suatu video. Kemudian Anda ingin memberitahukan keberhasilan kepada pengunggah video, disitulah fitur TryIt berperan.

Setelah menonton, menyukai, dan mengomentari video dari kreator yang berbeda-beda tentunya lahir keinginan untuk mengunggah video seperti mereka. Namun, Anda harus bersabar karena Tangi tidak seperti TikTok yang mana seluruh pengguna bebas menunggah video apapun dengan mudah.

Untuk mengunggah video atau menjadi kreator di Tangi Anda harus melakukan pengajuan terlebih dahulu dan berusia minimal 18 tahun. Anda harus mengisi formulir tambahan yang mana salah satunya meminta tautan profil sosial media lain yang dimiliki.

Jika formulir sudah terisi dan dikirimkan, Anda harus menunggu kurang lebih satu pekan untuk menunggu hasil peninjauan. Perlu dicatat! Pengajuan yang masuk belum tentu akan diterima oleh Google.

Terdengar merepotkan, tetapi langkah ini sengaja diambil Google untuk menjaga kualitas video yang diunggah di Tangi. Oleh karena itu, jangan pernah berharap kehadiran video joget atau cover lagu asal-asalan seperti yang lazim ditemukan di TikTok.

Terakhir, bagi Anda pengguna perangkat Android diperlukan sedikit kesabaran ketika menggunakan aplikasi Tangi. Pasalnya, perpindahan antarlaman di aplikasi tersebut cenderung lambat, terutama pada laman yang menampilkan video unggahan.

Selain itu, absennya tombol “Previous” dan “Next” pada pemutar video juga menjadi tantangan tersendiri.  Anda harus keluar terlebih dahulu untuk menikmati video lainnya di laman yang sama, tak terkecuali video dari kreator yang sama.

Hal tersebut yang akhirnya membuat aplikasi Tangi dikeluhkan oleh pengguna Android yang mengunduhnya. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan lambatnya aplikasi tersebut, termasuk mereka yang menggunakan ponsel flagship dengan spesifikasi tinggi.

Alhasil, aplikasi Tangi hanya mendapatkan rating 3.7 dari 5.0 di Google Play Store. Semoga saja dalam waktu dekat Google bisa memberikan pembaruan agar tidak ada lagi berbagai keluhan yang membuat pengguna Android mengurungkan niatnya untuk mencobanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

video platform
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top