Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Virus Corona Oxford Pindah Uji Klinis ke Brasil, Prediksi Ketersediaan Mundur

Salah satu vaksin Covid-19 terdepan yang sedang dikembangkan adalah vaksin dari University of Oxford bersama dengan raksasa farmasi AstraZeneca, yang dilaporkan sedang dalam jalur untuk memproduksi puluhan juta dosis vaksin.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  10:01 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kemajuan dalam pengembangan vaksin virus corona baru, yang sangat potensial hadir pertama kali di pasar global harus mengalami penundaan lantaran uji coba manusianya bakal berpindah lokasi.

Salah satu vaksin Covid-19 terdepan yang sedang dikembangkan adalah vaksin dari University of Oxford bersama dengan raksasa farmasi AstraZeneca, yang dilaporkan sedang dalam jalur untuk memproduksi puluhan juta dosis vaksin.

Dari semua vaksin potensial yang dikembangkan di seluruh dunia, pengembangan oleh Oxford adalah yang terdepan dalam uji coba manusia. Akan tetapi, angka kasus di Inggris anjlok dalam beberapa pekan terakhir dan ilmuwan mengambil keputusan untuk memindahkan tes ke Brasil.

Sebagaimana diketahui, negara di Amerika Selatan itu telah menjadi pusat penyebaran global baru. Pada hari Selasa (23/4) waktu setempat, tercatat ada 2.258 kasus baru yang ditambahkan ke dalam perhitungan total keseluruhan.

Adapun berdasarkan data Worldometer hingga hari ini, Brasil telah mencatatkan sebanyak 1,1 juta kasus infeksi di negaranya. Jumlah kematian yang tercatat sebanyak 52.000 kasus dengan angka kesembuhan mencapai 613.000 kasus.

Pemindahan uji coba vaksin Oxford dan AstraZeneca dari Inggris ke Brazil merupakan langkah yang harus diambil, kendati memukul mundur laju pengembangan hingga 1 bulan. Pemindahan ini dilakukan karena dengan kasus yang turun, sulit bagi peneliti menentukan dampak vaksin di Inggris.

Adrian Hill, Direktur Institut Jenner di University of Oxford mengatakan kemungkinan vaksin akan tersedia pada Oktober menjadi skenario terbaik yang bisa dilakukan. Adapun, skenario lainnya berarti vaksin akan tersedia paling tidak pada pengujung tahun ini.

“Vaksin ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam uji coba dengan simpanse, dan telah beralih ke fase uji coba manusia. Salah satu kelebihannya di awal adalah inokulasi tidak berbahaya bagi manusia,” katanya seperti dikutip Express UK, Rabu (24/6).

Namun begitu, dia menyebut uji klinis kemungkinan akan dilakukan pada Agustus dan September. Mundur dari jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan, bahwa vaksin akan tersedia pada September mendatang.

Penundaan ini juga berarti bahwa pemerintah Inggris punya risiko berhadapan dengan krisis gelombang kedua, karena musim dingin dan musim flu akan berlangsung pada Oktober, bersamaan dengan kemungkinan gelombang lanjutan Covid-19.

Sementara itu, Brasil kemungkinan akan menandatangani kontrak minggu ini untuk memproduksi vaksin percobaan yang dikembangkan oleh Oxfrod. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan sementara negara tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin oxford
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top