Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Mengatur Pernapasan, Redakan Rasa Panik Saat Pandemi Corona

Bila seseorang terus-terusan panik, maka bisa menyebabkan tangan kesemutan sampai muka terasa kebas karena hormon stres terpicu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  21:49 WIB
Marah - boldsky.com
Marah - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kepanikan bisa saja melanda setiap orang dan bisa diredakan dengan melakkan pernapasan untuk menenangkan diri.

Biasanya orang yang  sedang panik akan disarankan untuk untuk menenangkan diri dengan cara menarik dan menghembuskan napas dalam-dalam. Apakah cara tersebut memang ampuh dalam mengurangi rasa cemas dan panik?

Psikiater Elisa Tandiono dari RS Pantai Indah Kapuk mengatakan, rasa panik dan kecemasan berlebih dapat menimbulkan hiperventilasi alias napas berlebihan yang terlalu cepat. Meski bernapas lebih cepat, tapi kadar oksigen yang dihirup sedikit.

"Kalau terus-terusan panik, bisa terjadi tangan kesemutan sampai muka terasa kebas karena hormon stres terpicu," kata Elisa dalam bincang-bincang virtual, Rabu.

Ketika seseorang bernapas pendek-pendek, rasa cemasnya akan meningkat. Mencoba untuk menarik dan menghembuskan napas dalam-dalam dapat menurunkan tingkat kecemasan secara efektif. Kendati demikian, efeknya hanya berlangsung sementara.

"Sumber kecemasannya yang harus diturunkan," ujar dia.

Orang yang sering merasa pusing dan otot dada serta pundaknya terasa tegang akibat hiperventilasi bisa melatih diri untuk bernapas dalam-dalam agar bisa bernapas lebih tenang dibandingkan biasanya.

Elisa menuturkan, perasaan cemas yang tak kunjung mereda bisa berakibat panjang hingga menimbulkan sakit pada fisik.

Dia menyarankan untuk selalu berpikir positif dan fokus melakukan hal yang bisa dikontrol serta menjaga tubuh tetap fit agar kesehatan mental terjaga.

Jika gangguan kecemasan terasa berlebihan, sebaiknya segerakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stres Virus Corona sakit pandemi corona

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top