Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien dengan Riwayat Penyakit Jantung Tak Disarankan Pakai Hydroxychloroquine

Gugus Tugas Covid-19 menyatakan hydroxychloroquine memiliki efek samping bagi pasien yang memiliki riwayat sakit jantung.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  12:46 WIB
Pasien virus corona - Antara
Pasien virus corona - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak mengajurkan penggunaan obat Hydroxychloroquine bagi perawatan pasien Covid-19 dengan riwayat penyakit jantung.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Agus Dwi Susanto beralasan hydroxychloroquine memiliki efek samping bagi pasien yang memiliki riwayat sakit jantung.

“Dosis Hydroxychloroquine berbeda-beda sesuai dengan berat badan. Kemudian tidak disarankan pada pasien dengan masalah jantung. Karena kita tahu ada efek samping pada jantung,” kata Agus saat memberi keterangan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Senin (29/6/2020).

Dia juga menegaskan bahwa obat itu hanya diberikan kepada pasien rawat inap bukan pada pasien rawat jalan, karena ada efek samping yang harus dipantau dengan pemeriksaan yang hanya dapat dilakukan oleh rumah sakit terkait.

“Terakhir, apabila muncul efek samping penggunaan obat ini mesti segera dihentikan,” kata dia.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menuturkan penggunaan Hydroxychloroquine dan Chloroquine bagi perawatan pasien positif Covid-19 terbilang aman digunakan di Indonesia.

Data awal yang dihimpun lima asosiasi profesi kedokteran yang terdiri dari PDPI, PAPDI, PERKI, IDAI dan PERDATIN menunjukkan efek samping yang ditimbulkan oleh Hydroxychloroquine dan Chloroquine terbilang ringan dan tidak meningkatkan angka kematian akibat Covid-19.

“Studi mengenai efektifitas masih berjalan, tetapi data awal yang ada menunjukkan penggunaan obat tersebut terbilang aman. Resiko kematian sedikit ketimbang tidak menggunakannya, lalu lama rawat terlihat lebih sedikit,” jelasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan kembali melanjutkan aktivitas pengujian hydroxychloroquine dan chloroquine (klorokuin) sebagai obat penanganan virus Corona sejak Rabu (3/6/2020).

“Setelah dikaji oleh panel keamanan, anggota panel merekomendasikan bahwa tidak ada alasan untuk mengubah protokol uji coba,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Obat Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top