Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gilead Patok Harga Remdesivir Antivirus Covid-19 Rp33 Juta per Pasien

Harga tersebut sedikit di bawah perkiraan dari Institute for Clinical and Economic Review (ICER) yang awalnya memprediksi harganya bisa mencapai US$2.520 hingga US$2.800 atau sekitar Rp35 juta hingga Rp39 juta.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  09:28 WIB
Remdesivir
Remdesivir

Bisnis.com, JAKARTA – Gilead Sciences Inc pada awal pekan ini mengumumkan harga anti virus Covid-19 Remdesivir sebesar US$2.340 atau sekitar Rp33 juta per pasien untuk pengobatan 5 hari dan perusahaan setuju untuk mengirim hampir semua pasokan obat ke Amerika Serikat selama 3 bulan ke depan.

Harga tersebut sedikit di bawah perkiraan dari Institute for Clinical and Economic Review (ICER) yang awalnya memprediksi harganya bisa mencapai US$2.520 hingga US$2.800 atau sekitar Rp35 juta hingga Rp39 juta.

Obat remdesivir yang dikembangkan memang diperkirakan mendapat permintaan tinggi, sebagai satu-satunya pengobatan yang terbukti mengubah program Covid-19. Setelah obat terbuktu membantu mempersingkat waktu pemulihan pasien uji klinis, dia mendapatkan otorisasi penggunaan darurat dan persetujuan penuh di Jepang.

Bagi pasien di Amerika Serikat Gilead memberikan harga yang berbeda untuk asuransi komersial dan pemerintah. Bagi pasien asuransi komersial harga yang diberikan adalah US$520 atau sekitar Rp7,4 juta per botol. Sementara pasien dengan program kesehatan pemerintah mendapat harga US$390 atau sekitar Rp5,6 juta.

Dalam sebuah surat terbuka, Kepala Eksekutif Gilead, Daniel O’Day, mengatakan harga yang diberikan jauh di bawah nilai yang ada mengingat pengeluaran rumah sakit awal dalam menghemat sekitar US$12.000 per pasien di Amerika Serikat.

Adapun, pendukung pasien seperti Public Citizen berpendapat bahwa biayanya harus lebih rendah karena remdesivir dikembangkan dengan keuangan dari pemerintahan federal Amerika Serikat. Peter Maybarduk, ublic Citizen’s Access to Medicines Programme, mengatakan harga tersebut sangat tinggi dan mencerminkan ofensifitas dan pengabaian kepada publik.

Sementara itu, Gilead juga menyebut bakal terus mengirimkan pasokan remdesivir ke Department of Health and Human Services (HHS), dengan agensi dan pemerintahan yang akan mengatur alokasi untuk rumah sakit di Amerika Serikat hingga akhir September.

HHS mengatakan telah mengamankan lebih dari 500.000 kursus remdesivir untuk rumah sakit di Amerika Serikat yang mewakili semua produksi Gilead, yang diproyeksi untuk juli dan 90 persen produksinya selama Agustus dan September.

Harga Remdesivir telah menjadi topik perdebatan sengit sejak regulator AS menyetujui penggunaan darurat pada beberapa pasien Covid-19 sejak Mei lalu. Para ahli mengatakan Gilead perlu menghindari sisi bisnis berlebihan yang mengambil keuntungan dari krisis kesehatan yang terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top