Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Musisi Wajib Berkarya, Kemenparekraf: Konser Virtual Jadi Solusi

Kemenparekraf menilai konser virtual bisa menjadi solusi bagi para musisi untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitas di masa normal baru.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  20:27 WIB
Musisi Wajib Berkarya, Kemenparekraf: Konser Virtual Jadi Solusi
Vokalis kelompok musik Kahitna Hedi Yunus (kanan), Mario Ginanjar (kiri) dan Carlo Saba (tengah) menghibur penggemarnya saat konser di kawasan Seminyak, Badung, Bali, Rabu (19/6/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak musisi untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitas di masa normal baru.

Plt Deputi bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengatakan kreativitas dan inovasi adalah kekuatan dari sumber daya manusia. Mengasah inovasi dan kreativitas pekerja seni, dalam hal ini musisi, selalu menjadi prioritas Kementerian dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia ekonomi kreatif.

“Kita punya visi menghadirkan orang-orang kreatif dan hebat yang memberikan kontribusi dalam kegiatan pengembangan budaya terutama dalam kerja kreatif,” katanya dalam siaran pers, Jumat (10/7/2020).

Pihaknya terus berupaya mendukung para pekerja seni untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Salah satunya, dengan pelaksanaan pertunjukan musik virtual di masa pandemi Covid-19.

Dia menuturkan telah mempersiapkan protokol kesehatan yang mengedepankan prinsip Cleanliness, Health, and Safety Environment (CHSE), sehingga para promotor acara musik, musisi, dan penikmat musik dapat menikmati konser di tempat terbuka dengan tetap menjaga diri agar tidak terjangkit Covid-19.

Sementara itu, Buddy Ace menilai dalam rangka mengembangkan kreativitas dalam berkarya, seorang musisi harus menonjolkan identitas kulturalnya yang dapat membedakannya dengan musisi lain.

“Kalau kita mau bersaing dengan Korea, kita harus memperkuat identitas akar kultural, itulah makna yang berkembang menjadi brand,” ungkap Buddy.

Sementara, Tya Subiakto mengajak para musisi untuk senantiasa berinovasi dan tidak kaku dalam berkarya. Selain itu, para musisi perlu mengubah cara pandang terhadap pandemi Covid-19 dari sebuah bencana menjadi suatu kesempatan.

“Kita harus menyikapi bencana sebagai kesempatan. Semoga kita semua bisa survive dan bangkit dan menghadapinya dengan apa yang ada di kita. Ayo kita asah skill kita, ayo kita manfaatkan dan mencari rezeki di bidang kita yaitu kreatif,” ungkap Tya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik kemenparekraf
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top