Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pedoman Pengobatan Pasien Kanker di Era New Normal

Koordinator Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM Dr Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, mengatakan terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasien kanker rentan terhadap virus Covid-19, salah satunya adalah masalah imunitas.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  21:26 WIB
Sel kanker - Istimewa
Sel kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien kanker, termasuk kanker kepala dan leher, memiliki tingkat risiko paparan Covid-19 lebih tinggi yakni 3,5 kali lipat dari orang sehat. Infeksi ini dapat terjadi ketika mereka menjalani pengobatan.

Koordinator Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM Dr Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, mengatakan terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasien kanker rentan terhadap virus Covid-19, salah satunya adalah masalah imunitas.

Kekebalan tubuh yang rendah menjadikan pasien kanker pada saat menjalankan pengobatan rentan terinfeksi virus.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien kanker meminimalkan paparan terhadap virus dan menerapkan praktik hidup bersih seperti rutin membersihkan tangan, menggunakan desinfektan untuk peralatan yang digunakan, hindari kontak langsung dan menjaga jarak.

Wanita yang akrab disapa Tati itu menyebut sesuai anjuran pemerintah, para ahli medis perlu mengupayakan pedoman pelayanan dan metode pengobatan yang optimal pada pasien kanker, khususnya kanker kepala dan leher yang banyak didominasi oleh penderita stadium lanjut. "Ahli medis juga perlu memastikan pengobatan tersebut sesuai dengan protokol pencegahan infeksi Covid-19," tambahnya.

Dr Sonar Soni Panigoro, menjelaskan pada masa normal baru ini, pasien kanker kepala dan leher penting untuk menyadari bahwa mungkin akan ada perubahan pada cara mereka dirawat. Untuk itu diharapkan pasien selalu aktif mengkomunikasikan keluhan yang muncul pada dokternya sehingga perkembangan penyakitnya dapat terpantau.

Pasien katanya dapat berkonsultasi secara langsung maupun virtual apabila berada pada kondisi yang krusial dan sesuai anjuran dokter. "Adanya komunikasi antara ahli medis dan pasien akan menghasilkan langkah yang tanggap apabila pasien kanker positif terinfeksi Covid-19, seperti pertimbangan ulang terkait pengobatan kanker dan perawatan intensif Covid-19 sehingga menghindari komplikasi lebih jauh,” tuturnya.

Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli Putri menjelaskan dukungan yang positif dari keluarga dan sahabat serta organisasi sangat membantu pasien kanker untuk tetap semangat dan positif selama masa pengobatan ataupun pemulihan di masa pandemi ini.

Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin menjelaskan pihaknya telah bermitra dengan CISC dan PKaT dalam meningkatkan kesadaran akan pengobatan pasien kanker kepala dan leher di masa normal baru.

"Kami percaya bahwa kita semua mempunyai tujuan akhir yang sama yaitu memberikan yang terbaik untuk pasien dengan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien di tengah situasi saat ini," tukasnya.

Berdasarkan data Globocan 2018, angka kejadian kanker kepala dan leher di Indonesia masuk urutan kelima besar kanker terbanyak pada laki-laki. Meskipun demikian, kanker kepala leher bisa terjadi juga pada perempuan. Rasio kasus kanker kepala dan leher antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.

Pada 2020, angka kasus baru kanker kepala dan leher meningkat sebesar 883.000 jika dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 634.000 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker kanker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top