Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Mengatasi Tekanan Psikologis Akibat Pandemi Virus Corona

Psikolog keluarga dari Lembaga Bantuan Psikologi dan Pengembangan Diri, Nana Maznah Prasetyo, menerangkan hal tersebut merupakan reaksi yang wajar ketika berada pada masa sulit.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  16:00 WIB
Ilustrasi - Canmua
Ilustrasi - Canmua

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak para orang tua engalami tekanan psikologis pada masa pandemi ini. Muncul rasa tidak nyaman sepeti takut, mudah tersulut emosi, kelelahan fisik, bingung menyesuaikan diri dengan kondisi.

Psikolog keluarga dari Lembaga Bantuan Psikologi dan Pengembangan Diri, Nana Maznah Prasetyo, menerangkan hal tersebut merupakan reaksi yang wajar ketika berada pada masa sulit. Namun jika dibiarkan dan berkelanjutan, bisa memicu stres, depresi, fungsi dan daya tahan tubuh menurun, hingga sulit untuk berpikir jernih yang akhirnya menjauhkan diri dari solusi. Dampak terbesar yakni perubahan dalam berhubungan dengan anak dan cara berhubungan dengan keluarga inti lainnya.

Lantas apa yang perlu dilakukan? Nana menyebut perlu dilakukannya pertolongan pertama pada kondisi psikologis yakni dengan dukungan psikologis awal (DPA) untuk mengurangi dampak psikologis yang lebih buruk, mempercepat pemulihan agar kesehatan mental tetap terjaga, dan meningkatkan kesejahteraan psikososial.

"DPA itu sama dengan P3K tapi ini pertolongan pertama pada kondisi psikologis," sebut Nana baru-baru ini.
Untuk mendapatkan DPA pada orang tua, ada 4 keterampilan yang bisa dilakukan. Yakni mengenali diri sendiri dan mengamati yang terjadi pada diri dan anak-anak. Kemudian dengarkan diri dan apa yang dikatakan orang lain. Lalu lakukan, seperti bangkit dari keadaan atau berkomunikasi dan berbagi peran. Buat suasana rumah lebih nyaman.
Terakhir, hubungkan bila ketiga cara sebelumnya tidak berhasil. Hubungkan dalam hal ini menemui psikolog atau konselor.

"Buat suasana lebih nyaman, karena kadang-kadang diri kita sendiri sulit menjalankan perannya," imbuh Nana.
Sementara itu, DPA juga bisa diberikan pada anak-anak. Untuk melakukannya, pertama kenali kebutuhan anak. Kedua, dengarkan untuk memahami mengapa anak merasa tidak nyaman. Dalam mendengarkan, orang tua disarankan untuk tidak menghakimi, mencemooh, dan menggurui. Lebih baik memberi nasihat apabila diminta.

Ketiga, melakukan aktivitas bermakna untuk mengurangi situasi sulit dan dampaknya. Misalnya memasak, berkebun, bermain, menonton bersama, atau mendongeng dan membacakan buku cerita.

Keempat, jika tidak mampu diatasi, orang tua bisa menghubungi guru atau orang tua lain untuk membantu permasalahan pada anak. Bisa juga menggunakan jasa psikolog dalam hal ini. Namun yang menjadi catatan Nana, sebelum memberi psikologis pada anak, ada baiknya orang tua mendapatkan dukungan psikologis terlebih dahulu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top