Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan OTT Jadi Alternatif Selama Bioskop Tutup

OTT (over the top) akan jadi satu-satunya pilihan hiburan yang dapat dinikmati pecinta film.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  18:59 WIB
Ilustrasi nonton film/ist-strata - gee
Ilustrasi nonton film/ist-strata - gee

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar layanan media over the top (OTT) makin ramai setelah akses Netflix menjadi semakin luas serta kehadiran Disney+ dan Apple TV yang baru-baru ini menambah daftar platform di jagad internet.

Layanan OTT memberikan konsumen pilihan dan kontrol terhadap konten yang ingin mereka tonton, mirip dengan model bisnis rental video yang pernah booming di masa kejayaan VCD dan DVD.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa selama bioskop belum buka OTT akan jadi satu-satunya pilihan hiburan yang dapat dinikmati pecinta film.

"Sepanjang pembatasan diberlakukan dan bioskop tutup, masyarakat jadi kekurangan hiburan dan mereka beralih ke platform OTT. Layanan streaming dan video on demand minatnya meningkat 20 persen pada awal pandemi, sekarang mungkin sekitar 50 persen," ujarnya dalam kesempatan Ngobrol Santai Bisnis.com, Jumat (2/10/2020).

Jika dibandingkan dengan layanan video on demand (VOD), OTT tidak hanya menawarkan kontrol penuh atas konten yang ingin disaksikan tetapi sudah termasuk harga berlangganan yang bersaing.

Untuk berlangganan VOD yang terhubung dengan layanan televisi kabel, konsumen harus mengeluarkan bujet Rp300.000-Rp500.000 per bulan, sementara biaya berlangganan OTT tersedia mulai dari Rp50.000 per bulan.

Di tengah pandemi, konsumen menjadi semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Apalagi pasar untuk OTT masih sangat baru dan butuh waktu dua hingga tiga tahun untuk melihat maturity-nya.

"Peningkatan selama pandemi dan seterusnya tentunya juga terpengaruh oleh daya beli masyarakat. Meskipun demand meningkat persentasenya mungkin tidak terlalu tinggi," ujar Heru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film bioskop Hiburan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top