Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pastikan Tumbuh Kembang, Orangtua Jangan Lupa Bermain dengan Anak

Banyak orang tua yang selama pandemi Covid-19 kebingungan dalam beradaptasi. Beban tugas rumah tangga dan kantor yang menumpuk, serta pengasuhan anak tanpa bantuan pengasuh atau pun asisten rumah tangga menjadi penyebab serangkaian tekanan yang bisa berdampak pada pertumbuhan anak.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  12:43 WIB
Ilustrasi - Babypost
Ilustrasi - Babypost

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang pandemi Covid-19, Puskesmas Kecamatan Gambir hingga Selasa (27/10/2020), ternyata masih tmenerima sejumlah konsultasi psikologis tentang kendala tumbuh kembang anak.

Banyak orang tua yang selama pandemi Covid-19 kebingungan dalam beradaptasi. Beban tugas rumah tangga dan kantor yang menumpuk, serta pengasuhan anak tanpa bantuan pengasuh atau pun asisten rumah tangga menjadi penyebab serangkaian tekanan yang bisa berdampak pada pertumbuhan anak.

“Beberapa kasus yang datang konsultasi itu kasus tumbuh kembang seperti misalnya, anak sulit berbicara jelas atau speech delay, atau emosi anak yang tidak stabil dan cenderung rewel,” kata Psikolog Klinis Puskesmas Kecamatan Gambir, Lusiana Bintang Siregar kepada Bisnis.

Bintang memerinci sejumlah konsultasi yang pernah didampingi selama pandemi memang umumnya berkaitan dengan kesulitan orangtua menangani anak yang rewel dan acuh tak acuh.

Lantas, apa penyebab anak menjadi cuek merespon orang tua? Ternyata, ketergantungan atau adiksi terhadap gadget membuat anak di bawah 10 tahun menjadi tidak peduli pada lingkungan sekitar.

“Banyak orang tua pekerja atau pedagang, tidak mengajak anak main, tetapi malah memberikan anak gadget. Akhirnya anak kecanduan, dan lebih cuek terhadap orang tua,” tuturnya.

Faktor pengabaian orang tua secara tidak sadar juga bisa memberi imbas dalam daya tumbuh dan kembang anak. Misalnya, kendala pertumbuhan anak untuk berbicara kerap kali terjadi karena orang tua yang tidak interaktif dalam membangun dialog dan latihan berbicara.

“Kebiasaan ini sering pudar karena sebelum pandemi, orang banyak yang mengandalkan pengasuh di tempat penitipan anak untuk mengajarkan anak cara berinteraksi, begitu pandemi semua penitipan anak juga tutup orang tua kaget untuk memulai dinamika ini,” sambung Bintang.

Oleh sebab itu, Bintang menyebut pentingnya kesadaran orangtua selama pandemi menjalin interaksi dengan anak. Salah satu cara membina interaksi adalah orangtua harus menemani anak bermain dengan memanfaatkan berbagai permainan non gadget.

Dalam merespon dinamika itu, PZ Cussons Indonesia menggelar ajang Cussons Bintang Kecil (CBK) ke-9, sebuah kegiatan aktivasi untuk bayi dan anak. Alifa Nisfiyani, Senior Brand Manager Cussons Baby menyatakan, kegiatan CBK ke-9 ini merupakan sebuah sarana yang tepat untuk orang tua dalam memberikan ruang gerak anak bereksplorasi sekaligus membuat anak tetap gembira walau hanya dirumah.

“Selama acara CBK 9 berlangsung virtual Cussons memberikan serangkaian workshop bagi para orang tua, sehingga orang tua dapat mendukung anak untuk mengeksplorasi dunianya lebih optimal sesuai dengan tahapan usianya,” kata Alifa.

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo menambahkan, dalam menemani anak bereksplorasi dan berekspresi, orang tua harus memahami apa saja yang terjadi di tiap tahapan tumbuh kembang anak. Orang tua juga harus mempelajari mengenai apakah materi bermain dan stimulasi yang harus dipersiapkan.

“Dan yang terpenting adalah diperlukannya konsistensi dari orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak mereka,” terang Vera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tumbuh kembang anak parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top