Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Biarkan Lansia Cemas karena Corona, Ini Tips Kepala BKKBN

Kecemasan yang berlebihan bisa mengganggu kondisi kesehatan, terlebih pada para lanjut usia. Oleh karena itu, di tengah wabah Covid-19 penting bagi para lansia agar terhindar dari kecemasan yang tidak perlu.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 10 November 2020  |  09:20 WIB
Ilustrasi-Sejumlah warga lanjut usia mengikuti senam lansia di Desa Berdaya Tegalurung, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020). - Antara
Ilustrasi-Sejumlah warga lanjut usia mengikuti senam lansia di Desa Berdaya Tegalurung, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kecemasan yang normal bermanfaat untuk meningkatkan kesiagaan pada setiap orang. Namun, jika berlebihan, kecemasan bisa menjadi beban bahkan menyebabkan munculnya keluhan sakit.

Kecemasan yang berlebihan bisa mengganggu kondisi kesehatan, terlebih pada para lanjut usia. Oleh karena itu, di tengah wabah Covid-19 penting bagi para lansia agar terhindar dari kecemasan yang tidak perlu.

Jika kecemasan tidak dikelola, para lansia bisa terjebak pada kondisi stres emosional dan bermanifestasi dalam tubuh sebagai rasa sakit fisik dan gejala lainnya atau yang disebut sebagai penyakit psiko somatis.

Kepala BKKBN Dr Hasto Wardoyo Sp.OG menyebutkan perasaan cemas pada dasarnya tidak perlu ditangkal.

“Menangkal perasaan cemas tidak akan membantu mengelola stres, mengingat perasaan cemas bersifat alami atau merupakan hal yang wajar,” tulisnya dalam pesan edukasi berjudul Psikosomatis Pada Lansia Dalam Menghadapi Covid-19.

Kecemasan sebetulnya membantu seseorang untuk bersiap dan merasa lebih aman, asalkan kecemasan tersebut tidak berlebihan.

Dokter Hasto menyebutkan sejumlah cara agar lansia terhindar dari kecemasan akibat Covid-19. Berdoa dan beribadah merupakan salah satu cara penguatan dimensi spiritual pada lansia.

Selain itu, para lansia diharapkan tidak fokus pada informasi negatif tentang Corona. Bagaimana pun ada hal positif yang bisa diketahui dan dilakukan para lansia terkait Covid-19.

“Pastikan lansia memperhatikan hal positif tentang Covid-19 dan beritahu lansia pengalaman orang-orang yang pulih,” tulis pesan dokter Wardoyo.

Di luar penguatan kondisi internal, hal-hal eksternal pada lansia juga perlu diperhatikan termasuk koneksi lansia dengan sosial media.

Terkait informasi soal Covid-19, para lansia sebaiknya menghindari informasi yang masih simpang-siur dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Baiknya lansia hanya menerima informasi dari kementerian kesehatan, WHO, serta ahli epidemiologi kesehatan masyarakat yang tepercaya,” tulis dokter Wardoyo.

Kepada lansia juga perlu diinformasikan perkembangan Covid-19 hanya dari situs resmi. Di Indonesia situs resmi pemerintah tentang Covid-19 adalah www.covid9.go.id.

Untuk menjaga kebugaran, para lansia juga perlu tetap bergerak aktif. Misalnya, dengan melakukan olahraga yoga dasar yang dapat menenangkan pikiran lansia. Pilihan lainnya adalah melakukan senam ringan sambil berjemur atau bermeditasi di pagi hari.

Berjalan-jalan di pekarangan rumah juga sangat bermafaat bagi fisik dan mental para lansia.

Di luar itu, tetap harus diperhatikan asupan makanan dan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

Jaga pola makan dengan selalu mengonsumsi menu dan nutrisi seimbang yang mengandung vitamin C, E, Zinc serta minum multivitamin. Perlu diperhatikan agar para lansia menjaga pola tidur dengan durasi 7 - 8 jam sehari.

Dalam keseharian, para lansia perlu tetap berada dalam suasana yang tenang atau rileks. Mengingat hal itu, penting bagi para lansia dapat meluangkan waktu untuk beristirahat, bersantai dan menenangkan diri.

Melakukan terknik pernapasan sederhana untuk mengatur napas dan memperbaiki suasana hati akan membantu lansia merasa rileks. Begitu pula dengan aktivitas seperti mendengarkan musik, mendengarkan kicauan burung atau melakukan aktivitas sejenis yang dapat memberikan efek rileksasi.

Melakukan kegiatan yang menyenangkan di rumah merupakan salah satu kunci yang tidak boleh terlewatkan. Kegiatan seperti membaca, melukis, bermain catur, menyulam, menjahit, memainkan dan mendengarkan musik, serta bernyanyi akan menumbuhkan rasa senang bagi para lansia.

Mengurus tanaman, memberi makan ikan, dan menikmati tanaman hijau di sekitar rumah sambil berjemur di pagi hari juga dianjurkan.

Jangan lupa pula untuk menfasilitasi para lansia melatih memori ringan.

Seperti halnya masyarakat kebanyakan, para lansia tetap membutuhkan kesempatan untuk bersosialisasi. Agar tetap bisa berhubungan dengan keluarga dan teman di masa pandemi, para lansia bisa diarahkan untuk menggunakan sarana komunikasi sembari membatasi interaksi atau kontak langsung untuk menghindari risiko penyebaran Covid-19.

Komunikasi melalui telepon, email, sosial media atau konferensi video dapat disiapkan menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membantu para lansia mengatasi kecemasan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Covid19.go.id

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top