Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Masalah Kehamilan yang Sering Dihadapi Ibu Hamil

Setiap ibu hamil harus melakukan pemeriksaan rutin dan memiliki persiapan untuk menyambut kelahiran bayi dan ibu dengan selamat.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  15:42 WIB
Ibu hamil cenderung menghadapi beberapa permasalahan kehamilan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, maka setiap ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan secara rutin - ilustrasi
Ibu hamil cenderung menghadapi beberapa permasalahan kehamilan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, maka setiap ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan secara rutin - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kehamilan merupakan salah satu momen yang paling dinanti sekaligus penting bagi wanita. Sebab, perempuan hamil harus lebih peduli dengan kondisi kesehatan.

Saat ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan rutin, ultrasonografi, diet sehat, yoga prenatal, dll. Selama hamil, orang-orang akan memberikan banyak saran kepada ibu hamil.

Namun, calon ibu terkadang mengalami beberapa masalah kehamilan umum yang harus mereka persiapkan. Mereka harus mengetahui gejala dan penyebabnya untuk mencegah masalah. Anda juga disarankan untuk berbicara dengan dokter kandungan Anda.

Dikutip dari Pink Villa, Selasa (15/12/2020), terdapat beberapa jenis masalah kehamilan yang umum:

1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi ketika arteri yang membawa darah dari jantung ke organ dan plasenta menyempit. Masalah ini membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami beberapa masalah lain seperti melahirkan bayi Anda kecil atau sebelum tanggal persalinan. Konsultasikan dengan dokter Anda secara teratur untuk pemeriksaan rutin dan obat-obatan untuk mengatur tingkat tekanan darah.

2. Diabetes gestasional

Masalah ini terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat memproses gula dengan cara yang benar dan kadar gula meningkat dalam aliran darah. Wanita hamil dengan masalah ini perlu memeriksa diet mereka. Umumnya, masalah ini teratasi setelah melahirkan.

3. Preeklamsia

Ini terjadi setelah 20 minggu pertama kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah ginjal. Dokter umumnya merekomendasikan persalinan cepat bayi dan plasenta untuk mencegah penyakit menyebar lebih banyak.

4. Persalinan prematur

Persalinan prematur terjadi ketika calon ibu melahirkan sebelum 37 minggu kehamilan. Ini terjadi sebelum organ bayi seperti paru-paru atau otak menyelesaikan proses perkembangannya. Obat dan istirahat tertentu diresepkan untuk masalah ini.

5. Anemia

Artinya tingkat sel darah merah dalam tubuh Anda sangat rendah. Jadi, dokter umumnya menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen zat besi atau asam folat selama kehamilan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes hamil ibu hamil anemia bayi prematur
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top