Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Normal Merasa Lelah Setelah Mendapat Suntikan Vaksin?

Kelelahan bisa disebabkan oleh masalah sistem kekebalan yang terlalu aktif atau terlalu sibuk, penyebab gaya hidup, dan stres yang ekstrem.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  15:49 WIB
Gejala yang timbul usai mendapatkan vaksin virus corona (Covid-19) kelelahan. - Ilustrasi
Gejala yang timbul usai mendapatkan vaksin virus corona (Covid-19) kelelahan. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Efek samping usai mendapatkan suntikan vaksin virus corona (Covid-19) bisa saja muncul pada tubuh seseorang, reaksi yang paling umum adalah mudah lelah dan lemas.

Tak sedikit orang yang melaporkan bahwa mereka mengalami kelelahan setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Pertanyaannya, apakah itu reaksi yang normal? Apa tandanya bila ada hal-hal yang mencurigakan?

Dilansir dari Times of India, Rabu (20/1/2021) imunisasi bekerja dengan cara menipu tubuh. Ketika sistem disuntik dengan strain virus yang hidup atau yang dimodifikasi, ini akan memulai reaksi inflamasi tertentu dan mulai menyiapkan antibodi.

Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan efek samping pada orang yang menerima suntikan tersebut. Umumnya, gejala yang terjadi termasuk demam, menggigil, nyeri di tempat suntikan mual, dan dalam beberapa kasus terjadi kelelahan.

Selain itu, umumnya sebagian besar efek samping biasanya ringan dan akan lebih besar kemungkinannya terjadi ketika orang mendapatkan dua dosis lengkap. Beberapa seperti mual dan kelelahan juga terjadi. Banyak dari gejala ini juga meniru penyakit Covid-19, tapi jangan disalahartikan.

Kelelahan jarang memiliki alasan yang tidak berhubungan dengan penyakit tertentu. Biasanya kelelahan disebabkan oleh masalah seperti sistem kekebalan yang terlalu aktif atau terlalu sibuk, penyebab gaya hidup, dan stres yang ekstrem.

Pada kasus infeksi virus dan bakteri tertentu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh penyebaran kuman yang menular dengan cepat ke sel-sel vital tubuh. Dalam kasus vaksinasi, ketika tubuh dengan sengaja terinfeksi, kelelahan dan kantuk dianggap sebagai respons peradangan yang bersifat rutin.

Di antara orang yang melaporkan kelelahan setelah vaksinasi, biasanya mereka mengeluh karena merasa lesu dan ingin mengambil cuti setelah suntikan. Dalam kasus ekstrem, seorang pekerja medis pingsan setelah mendapatkan suntikan vaksin Pfizer.

Namun, karena ini tidak biasa dan perasaan tidak nyaman, kantuk atau kelelahan bisa membingungkan. Karena kelelahan juga merupakan hal yang dapat menyulitkan orang untuk melanjutkan aktivitas, orang merasa khawatir gejala itu akan meningkatkan keraguan terhadap vaksin.

Namun, ingatlah bahwa perasaan lelah tidak perlu dikaitkan berlebihan dengan vaksin. Kelelahan, sebagai gejala juga dapat dikaitkan dengan obesitas, kekurangan zat, pemulihan dari suatu penyakit, atau karena stres secara umum.

Jika kelelahan dan kelesuan dirasa terkait dengan suntikan vaksin, tidak ada hal besar yang perlu dikhawatirkan. Namun, perasaan lelah dan kehabisan energi bisa membuat hari tidak nyaman. Selain itu, agar vaksin bekerja dengan baik, penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat dan kuat.

Lantas bagaimana mengelola hal ini? konsumsi minuman berenergi, herbal, dan suplemen jika mengalami lelah dan sulit berkonsentrasi dibolehkan. Dokter juga menyarankan orang untuk mengambil obat bebas untuk mengelola dan meredakan gejala yang terjadi.

Jika Anda mengalami reaksi merugikan dan tidak biasa, atau tidak melihat perbedaan dalam tingkat energi, pertimbangkanlah untuk meminta saran dokter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona lelah pandemi corona Vaksin Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top