Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Punya Rekan Kerja Defensif? Simak Cara Menghadapinya

Sikap defensif bisa menjadi sumber pertikaian dan akhirnya memengaruhi kondisi lingkungan kerja.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  20:18 WIB
Ilustrasi suasana tempat kerja.  - Flickr
Ilustrasi suasana tempat kerja. - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Ada beberapa perilaku yang dianggap banyak orang menyebalkan di tempat kerja. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena bisa jadi Anda adalah pemilik sifat yang membuat rekan kerja tidak nyaman. 

Mengutip Bloomberg, Selasa (26/1/2020), salah satu perilaku tersebut adalah defensif. Sikap ini bisa menjadi sumber pertikaian dan memengaruhi kondisi lingkungan kerja. 

Sebuah studi di British Journal of Social Psychology, ada sebuah cara agar permasalahan di lingkungan kerja dapat diselesaikan dengan cara yang lebih produktif. 

Menurut rekan penulis studi dan juga profesor psikologi di Flinders University di Adelaide, Australia Lydia Woodyatt, cobalah ajak rekan kerja Anda untuk membuat lingkungan kerja yang berlandaskan rasa saling menghormati dan menghargai, serta membangun hubungan baik satu dengan yang lain. 

“Otak kita terhubung untuk mendeteksi ancaman itu [merasa bukan bagian dari kelompok], dan kita merespons secara defensif,” kata Woodyatt.

Namun bila salah satu rekan kerja sudah terlanjur memiliki perilaku defensif, berikut beberala langkah yang dapat Anda lakukan:

1. Bicaralah dengan bersemangat tentang kolaborasi di masa depan.

“Ketika orang merasa seperti anggota kelompok yang diterima, mereka lebih cenderung mengakui kesalahan mereka,” kata  Michael Wenzel, rekan penulis dan juga profesor psikologi Flinders. Hal ini pada akhirnya dapat menghilangkan perasaan penolakan atau pengucilan atau kecemasan bahwa status sosial seseorang menjadi tidak stabil.

2. Nyatakan nilai-nilai positif yang ada pada rekan kerja tersebut

“Ini menegaskan kembali perasaannya sebagai orang baik dan juga berarti bahwa Anda dapat memulai dari dasar yang sama," ungkap Woodyatt.

3. Biarkan dia mengartikulasikan apa yang terjadi, jangan menghakimi

“Biarkan dia mengidentifikasi hal-hal yang mungkin tidak berhasil untuknya,” kata Woodyatt.

4. Hindari menimbulkan rasa bersalah

Saat percakapan berlangsung, hal yang harus dihindari adalah menempatkan rekan kerja Anda di kursi terdakwa. Wenzel menjelaskan bahwa perasaan bersalah cenderung kontra produktif. 

"Kita perlu memahami sikap defensif sebagai respons seseorang terhadap perasaan bahwa mereka tidak melakukan hal yang benar," kata Wenzel.

5. Rapikan dengan cepat

Oleh karena itu saat menemukan kesalahan rekan kerja, kata Woodyatt harus diselesaikan dengan cepat. Jalan rekonsiliasi harus segera ditemukan sebelum akhirnya suasana kerja berubah menjadi tidak kondusif. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi Tips Karir Tips Kerja
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top