Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Clubhouse? Media Sosial Baru yang Viral Gara-gara Elon Musk

Aplikasi Clubhouse dikembangkan oleh pengusaha Silicon Valley Paul Davison dan mantan karyawan Google Rohan Seth. Ini cara kerja dan keunikan Clubhouse.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  16:17 WIB
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah aplikasi baru bernama Clubhouse mendadak menjadi perbincangan warganet hingga viral di media sosial.

Aplikasi Clubhouse dikembangkan oleh pengusaha Silicon Valley Paul Davison dan mantan karyawan Google Rohan Seth. Aplikasi Clubhouse didasarkan pada obrolan audio, yang merupakan radio bincang-bincang (podcast) dan sebagian panggilan konferensi.

Lantas, mengapa Clubhouse tiba-tiba menjadi sangat populer di kalangan influencer dan netizen di dunia maya? Dilansir dari laman businesstoday.in, aplikasi Clubhouse sebenarnya diluncurkan pada 2020. Namun, perhatian warganet langsung tertuju pada Clubhouse setelah penampilan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk di aplikasi tersebut baru-baru ini.

Percakapan atau podcast antara Elon Musk dengan kepala Robinhood Markets Vladimir Tenev di platform tersebut telah menyebabkan lonjakan pengguna yang mengunduh aplikasi Clubhouse.

Bagaimana Clubhouse Bekerja?
Clubhouse menciptakan tempat di mana orang dapat bertemu untuk menjadi tuan rumah, mendengarkan, dan dalam beberapa kasus, bergabung dengan percakapan dalam komunitas secara digital. Saat pengguna membuka aplikasi Clubhouse, dia akan diberikan daftar ruang (chat rooms), serta daftar yang menunjukkan siapa yang ada di setiap ruang.

Seseorang dapat bergabung dengan ruang obrolan yang ada atau dapat memulai ruang mereka sendiri atau mengundang orang baru dan memulai percakapan baru. Setiap kamar memiliki moderator, pembicara, dan pendengar. Moderator dapat mengontrol siapa yang mendapat hak istimewa berbicara, meskipun pendengar dapat "mengangkat tangan" untuk berbicara.

Eksklusif
Batasan utama aplikasi Clubhouse adalah pengguna harus bergabung secara langsung karena percakapan tidak dapat disimpan. Belum lagi, pengguna yang ingin bergabung harus mendapat undangan. Artinya siapa pun yang ingin bergabung harus didatangkan oleh seseorang yang sudah memiliki akun. Seseorang masih dapat mengunduh aplikasi dan dapat memasukkan nama mereka dalam daftar tunggu, tetapi tidak ada jaminan mereka akan mendapatkan akun secara langsung.

Clubhouse saat ini hanya tersedia untuk pengguna iPhone. Namun, CEO Clubhouse mengatakan aplikasi tersebut pada akhirnya akan terbuka untuk semua orang, termasuk pengguna Android.

Kompetitor
Clubhouse juga menghadapi persaingan dari Twitter. Media sosial berlogo burung biru tersebut tengah mengerjakan produk serupa, dengan fitur baru yang disebut Spaces. Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk sekelompok kecil pengguna beta. Namun, fitur tersebut diklaim akan akan lebih unggul dari Clubhouse karena pengguna Spaces mungkin lebih mudah menemukan audiens karena fitur tersebut terintegrasi langsung ke Twitter.

Saat ini, Clubhouse tidak memiliki persaingan nyata di bidang audio. Ujian sebenarnya adalah ketika Clubhouse justru kehilangan daya tarik eksklusivitas oleh pengguna. Gimana nih Sobat Bisnis, apakah tertarik install aplikasi Clubhouse?


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial aplikasi elon musk
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top