Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stand Up, Ini 5 Langkah Bantu Perempuan Korban Pelecehan

Bertepatan dengan Hari Perempuan se-Dunia yang dirayakan setiap 8 Maret, L'Oréal Paris membuat gerakan bertajuk Stand Up. Gerakan tersebut merupakan program pelatihan yang dibentuk untuk membantu dalam mencegah pelecehan di tempat umum.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  13:54 WIB
Pelecehan seksual di tempat umum adalah masalah nomor satu yang dihadapi oleh para wanita dan anak perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.  - standup/international.com
Pelecehan seksual di tempat umum adalah masalah nomor satu yang dihadapi oleh para wanita dan anak perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. - standup/international.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Perempuan se-Dunia yang dirayakan setiap 8 Maret, L'Oréal Paris membuat gerakan bertajuk Stand Up. Gerakan tersebut merupakan program pelatihan yang dibentuk untuk membantu dalam mencegah pelecehan di tempat umum.

Brand General Manager L’Oréal Paris mengatakan program tersebut turut mendirikan ruang yang aman dan inklusif bagi semua orang, yang didukung oleh dalam kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Hollaback.

Stand Up ada untuk membantu mengurangi pelecehan seksual di tempat umum dengan melatih semua orang untuk berani campur tangan dengan aman ketika mereka menyaksikannya,” katanya secara virtual, Senin (8/3/2021).

Dalam program Stand Up dikenalkan kampaye 5D untuk bertindak sebagai pembela korban.

Berikut gerakan 5D pada program Stand Up :

1. Tenangkan

Sapa terlibih dahulu orang yang baru saja mengalami pelecehan. Katakan kepada mereka bahwa apa yang terjadi bukanlah hal yang benar, dan itu bukan kesalahan mereka. Tunjuklah dukungan kepada mereka.

2. Laporkan

Beri tahu apa yang terjadi kepada korban kepada orang lain. Minta tolonglah pada seseorang yang berwenang atau seseorang yang paling dekat dengan posisi kejadian. Meminta orang lain untuk menolong masih dianggap sebagai membantu.

3. Dokumentasikan

Ini merupakan hal yang terlihar mudah namun ada resikonya karean merekam seseorang tanpa sepengetahuan bisa terjerat UUD tentang IT. Maka dari itu sebelum menyebarkannya atau melaporkan bukti tersebut bertanya lebih dahulu kepada orang yang mengalami pelecehan, apa yang ingin mereka lakukan dengan rekaman itu.

4. Tegur

Mulai bicara dan tegur pelaku pelecehan. Beri tahu pelaku bahwa apa yang mereka lakukan tidak baik. Meskipun demikian, jangan terlibat dalam argumen. Cukup minta mereka untuk meninggalkan korban pelecehan, atau bicara dengan orang yang mengalami pelecehan tentang apa yang sedang terjadi.

5. Alihkan

Distraksi adalah cara tidak langsung untuk mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi. Misalnya pada saat calon korban tersebut sedang sendirian dan di intai, bisa perpura-pura bertanya arah, waktu, atau ATM terdekat. Hal tersebut untuk membatalkan niat buruk pelaku.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hari perempuan internasional Pelecehan Seksual
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top