Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ilmuwan Mulai Uji Klinis Obat Kumur Buat Hambat Penyebaran Corona

Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill Adams School of Dentistry meluncurkan uji klinis guna meneliti apakah obat kumur dapat mengurangi risiko seseorang menyebarkan virus corona baru.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  11:40 WIB
Ilmuwan Mulai Uji Klinis Obat Kumur Buat Hambat Penyebaran Corona
Berkumur. Studi ini memungkinkan peneliti untuk menentukan bahan aktif mana dalam obat kumur yang paling menjanjikan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill Adams School of Dentistry meluncurkan uji klinis guna meneliti apakah obat kumur dapat mengurangi risiko seseorang menyebarkan virus corona baru.

Dilansir News Medical Net, Selasa (9/3/2021), eksperimen laboratorium telah menunjukkan bahwa obat kumur dapat dengan cepat membunuh virus corona, tetapi tidak ada bukti nyata obat itu dapat mencegah virus menginfeksi orang lain.

Adams School of Dentistry saat ini sedang menyelidiki seberapa baik obat kumur bekerja untuk mengurangi jumlah virus corona di mulut para penderitanya, dan jika itu dapat mengurangi kemungkinan penyebaran virus.

Fokus penelitian mereka adalah menemukan cara untuk menurunkan risiko penularan virus corona dalam situasi di mana masker dan jarak sosial tidak bisa menjadi pilihan, misalnya, selama prosedur perawatan gigi.

Laura Jacox, peneliti utama mengatakan tim sangat bersemangat dengan hasil lab, tapi mereka perlu bukti lebih lanjut untuk menentukan apakah obat kumur berpengaruh pada air liur di mulut dan dapat mengurangi risiko penularan SARS-CoV-2 melalui droplet.

Secara khusus, para peneliti berencana untuk mengukur seberapa banyak virus yang dapat ditemukan dalam air liur sebelum dan sesudah menggunakan obat kumur sesuai petunjuk pada label. Orang dewasa yang dites positif dalam tujuh hari memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam uji klinis ini.

Lantaran mulut terus menerus memproduksi air liur, sampel akan dikumpulkan dan diuji setiap 15 menit hingga 1 jam. Hal ini dilakukan guna melacak berapa lama penurunan viral load dan infektivitas berlangsung.

Jacox mengatakan studi ini memungkinkan peneliti untuk menentukan bahan aktif mana dalam obat kumur yang paling menjanjikan. “Idealnya ini adalah bahan yang sudah disetujui FDA sehingga bisa langsung digunakan,” katanya.

Jika terbukti efektif, obat kumur bisa menjadi alat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di salah satu titik utama penularan virus. Hasil studi awal menunjukkan kelenjar ludah, lidah, dan amandel rentan terhadap infeksi virus corona.

Jennifer Webster-Cyriaque, profesor kedokteran gigi di University of North Carolina mengatakan penggunaan obat kumur adalah intervensi yang mudah diterapkan dengan risiko rendah, mudah, dan berpotensi menghasilkan dampak yang sangat baik.

“Manfaat potensial dapat menjangkau jauh melampaui perawatan gigi hingga pengaturan pendidikan dan tempat ibadah serta membantu pekerjaan penting ketika kontak dekat tidak dapat dihindari,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Protokol Pencegahan Covid-19 Obat Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top