Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sering Pakai Masker di Lengan atau di Bawah Dagu? Ini Bahaya yang Menanti

Terkadang, saat melakukan aktivitas tertentu harus membuka masker beberapa saat, seperti saat makan, minum, atau saat membasuh keringat. Dengan beberapa kegiatan tersebut masker terpaksa diletakkan di dagu atau di tangan.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 06 April 2021  |  09:46 WIB
Dari kiri ke kanan : jangan menarik di bawah hidung; jangan biarkan dagu terbuka; jangan menarik ke bawah dagu; jangan menyentuh topeng saat memakainya; jangan memakai topeng longgar; jangan memakai masker yang kotor, rusak, atau basah.  - Unicef
Dari kiri ke kanan : jangan menarik di bawah hidung; jangan biarkan dagu terbuka; jangan menarik ke bawah dagu; jangan menyentuh topeng saat memakainya; jangan memakai topeng longgar; jangan memakai masker yang kotor, rusak, atau basah. - Unicef

Bisnis.com, JAKARTA — Masker saat ini menjadi salah satu item yang paling penting ini bagi semua orang di seluruh dunia. Baik itu masker kain atau jenis lainnya, pelindung indra pernapasan tersebut selalu melekat di segala waktu dan tempat.

Terkadang, saat melakukan aktivitas tertentu harus membuka masker beberapa saat, seperti saat makan, minum, atau saat membasuh keringat. Dengan beberapa kegiatan tersebut masker terpaksa diletakkan di dagu atau di tangan.

Lalu apakah menggunakan masker seperti itu aman?

Melansir dari CNA Lifestyle, Selasa (6/4/2021), meletakkan di dagu atau di tangan itu bukan sekadar menyangkut kebiasaan buruk yang akan membuat masker kotor. Para ahli menjelaskan mengapa Anda harus berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal tertentu.

Konsultan divisi penyakit menular di National University Hospital Catherine Ong menjelaskan apabila permukaan masker mengandung mikroba.

Untuk orang yang terinfeksi, partikel virus akan menumpuk di permukaan yang bersentuhan dengan wajah.

“Masker yang sudah usang sering dibasahi dengan tetesan pernapasan dan air liur, akan membuat permukaan bagian dalamnya lebih kondusif bagi virus untuk bertahan hidup daripada permukaan yang kering,” papar Ong.

Dokter umum di Klinik DTAP Grace Huang mengatakan memakai masker di siku atau dagu sama-sama merupakan kebiasaan memakai masker yang buruk.

“Kebiasaan tersebut mengalahkan tujuan penggunaan masker untuk melindungi atau mengurangi kemungkinan infeksi,” katanya.

Permukaan luar masker akan mudah tertutup bakteri, virus, dan kotoran dari lingkungan luar. Dengan menarik masker ke dagu berarti permukaan luar masker mungkin bersentuhan dengan wajah dan mungkin bibir bawah Anda. Itu akan menyebarkan patogen langsung ke mulut dan wajah Anda.

Lalu mengenakan masker di lengan atau siku beberpa saat menurut Hwang juga tidak baik. Saat berkeringat, mungkin secara tidak sengaja menyentuh wajah. Cara tersebut meningkatkan risiko penyebaran patogen dari tangan atau lengan ke mata, hidung, dan mulut Anda. Lalu membawa lebih banyak patogen ke mulut saat memasang kembali masker.

“Anda menyebarkan patogen secara efektif dari lengan Anda yang mungkin telah menyentuh banyak permukaan umum, lalu disebarkan lagi ke hidung dan mulut Anda,” kata Huang.

Pilihan terbaik adalah membawa masker bersih yang lain untuk mengganti masker yang sudah tercemar dari lingkungan luar.

Dan lupakan tentang melipat masker tersebut di tas atau saku untuk di pakaian lagi.

“Tidak peduli seberapa hati-hati menyimpannya di saku atau tas Anda. Ini tidak ideal karena bisa menjadi kusut atau bergeser saat bergerak," kata Huang.

Pilihlah masker yang tidak memiliki kekuatan daya serap. Masker yang ideal adalah yang dapat digunakan kembali, tidak tahan cairan dan tidak dapat dengan mudah menyerap keringat atau cairan apa pun yang bersentuhan dengannya.

“Masker bedah sekali pakai tahan cairan dan filternya lebih baik daripada masker kapas yang dapat digunakan kembali,” kata Huang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bakteri masker
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top