Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenparekraf Ajak Masyarakat untuk Kembali ke Bioskop

Salah satunya adalah harapan untuk menghidupkan kembali industri perfilman Indonesia yang sempat terpuruk selama pandemi covid-19 dengan ditutupnya bioskop untuk sementara waktu.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 13 April 2021  |  16:08 WIB
Gedung Bioskop
Gedung Bioskop

Bisnis.com, JAKARTA- Setelah melalui berbagai penyesuaian peraturan terkait pergerakan sosial, adaptasi kebiasaan baru serta proses vaksinasi selama satu tahun masa pandemi, harapan itu pun hadir kembali.

Salah satunya adalah harapan untuk menghidupkan kembali industri perfilman Indonesia yang sempat terpuruk selama pandemi covid-19 dengan ditutupnya bioskop untuk sementara waktu.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI serta mengajak para insan perfilman nasional melaksanakan kegiatan nonton bersama film nasional di bioskop XXI Metropole, Senin (12/4).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa gerakan kembali ke bioskop ini dibuat guna menunjukkan serta memastikan bahwa menonton di bioskop itu aman, nyaman dan menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat juga pasti sudah merindukan untuk nonton di bioskop dan kita mulai dengan gerakan nonton bareng hari ini. Semoga bisnis industri film ini bola saljunya terus menggelinding," ujar Sandi pada acara bertajuk “Kembali ke Bioskop” itu.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan beberapa strategi dan stimulus yang berkaitan dengan produksi film agar industri perfilman di Indonesia bisa bangkit kembali karena pandemi.

"Strategi yang disiapkan tentunya sejalan dengan permintaan yang telah didiskusikan oleh beberapa sineas nasional beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Beberapa strategi tersebut di antaranya adalah sosialisasi kepada masyarakat luas untuk menonton ke bioskop kembali dengan aman dan nyaman, penindakan tegas terhadap perilaku pembajakan film yang merugikan negara triliunan rupiah, stimulus untuk proses produksi hingga distribusi film, insentif pajak terkait industri hiburan, dan kemudahan dalam proses syuting.

Menanggapi hal tersebut, CEO MD Pictures Manoj Punjabi mengatakan bahwa setiap produser film memiliki strategi masing-masing untuk bisa bertahan di tengah kondisi seperti sekarang ini dan sulit untuk bisa mendapatkan satu suara yang utuh.

Menurutnya, saat ini yang terpenting untuk membangkitkan kembali industri perfilman Indonesia adalah dengan menghidupkan bioskop. Dalam hal ini, dia berharap bahwa pemerintah bisa membantu mempromosikan kepada masyarakat untuk kembali menonton film di bioskop.

“Yang jelas kami perlu sekali promosi dari pemerintah untuk ayo kembali lagi ke bioskop. Selain itu, perlu ada vaksinasi juga untuk para kru film agar bisa aman syuting di lapangan,” tutur Manoj.

Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol juga mengungkapkan bahwa Cinema XXI telah berkolaborasi dengan startup bioteknologi Nusantics untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus SARS COV-2 dalam udara di bioskop.

“Dari 23-27 Maret ada lima lokasi bioskop Cinema XXI yang diambil sampel udaranya pada saat sebelum dan sesudah penayangan film. Hasilnya, tidak ditemukan virus covid-19 beserta keempat jenis mutasinya,” jelasnya.

Oleh karena itu, melalui kampanye gerakan kembali ke bioskop ini, Dewinta berharap bahwa roda industri perfilman di Indonesia bisa kembali bergulir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop kemenparekraf
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top