Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Tanda di Mulut yang Menunjukkan Kadar Gula Darah Anda Tinggi

Dr Ralph Abraham, Konsultan Diabetes, Gangguan Lipid dan Endokrinologi menguraikan beberapa tanda diabetes tipe 2. "Yang paling jelas mungkin adalah mulut kering tapi Anda mungkin curiga ada sesuatu yang salah jika Anda sudah menghabiskan malam dengan sering bangun untuk buang air kecil dan merasa haus.” ujarnya dilansir dari express.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 April 2021  |  09:30 WIB
Ilustrasi bau mulut - Istimewa
Ilustrasi bau mulut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah yang kemudian berdampak pada tubuh dengan satu atau lain cara. Ada dua indikator gula darah tinggi yang ditemukan di mulut.

Kondisi itu yakni mulut kering atau napas berbau buah.

Dr Ralph Abraham, Konsultan Diabetes, Gangguan Lipid dan Endokrinologi menguraikan beberapa tanda diabetes tipe 2.  "Yang paling jelas mungkin adalah mulut kering tapi Anda mungkin curiga ada sesuatu yang salah jika Anda sudah menghabiskan malam dengan sering bangun untuk buang air kecil dan merasa haus.” ujarnya dilansir dari express.

Seperti yang dijelaskannya, rasa haus dan peningkatan buang air kecil akibat diabetes sudah diketahui dan terjadi ketika glukosa darah sangat tinggi. "Tapi hal pertama di pagi hari, itu adalah mulut dan tenggorokan kering yang harus waspada terhadap diabetes." tambahnya.

Mulut kering secara klinis dikenal sebagai xerostomia dan terjadi jika ada kekurangan air liur di mulut. Air liur membantu mengontrol kadar bakteri serta menyeimbangkan dan menghilangkan asam di sekitar gigi dan gusi.

"Orang dengan diabetes lebih rentan terhadap mulut kering dan infeksi jamur seperti sariawan karena kadar glukosa yang tinggi dalam darah dan air liur mereka." dikutip dari diabetes.co.uk.

Sementara itu kaitan dengan napas bau buah adalah karena ketika seseorang menderita diabetes tipe 2, tubuh mereka tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan baik. Glukosa kemudian tertinggal di dalam darah dan tidak bisa masuk ke dalam sel.

Ketika tubuh tidak dapat memperoleh energi dari glukosa, maka lemak akan dibakar sebagai gantinya.Proses pembakaran lemak menciptakan penumpukan asam dalam darah Anda yang disebut keton, yang mengarah ke DKA jika tidak ditangani.

Nafas berbau buah merupakan tanda tingginya kadar keton pada seseorang yang sudah mengidap diabetes. Ini juga salah satu gejala pertama yang dicari dokter saat memeriksa DKA. Gula darah tinggi (hiperglikemia) mempengaruhi orang yang mengidap diabetes, kata Mayo Clinic.

“Beberapa faktor dapat menyebabkan hiperglikemia pada penderita diabetes, termasuk pilihan makanan dan aktivitas fisik, penyakit, obat-obatan nondiabetes, atau melewatkan atau tidak minum obat penurun glukosa yang cukup. Jika hiperglikemia tidak diobati, dapat menyebabkan asam toksik (keton) menumpuk di darah dan urin (ketoasidosis)," Situs kesehatan tersebut menambahkan.

Bagaimana mengatasinya  

Jika Anda melihat salah satu dari tanda peringatan di atas yang terkait dengan kadar gula darah tinggi, Anda harus mengambil langkah-langkah untuk menurunkan kadar gula darah Anda.

Perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah Anda, sehingga mencegah risiko memicu koma diabetes.

Salah satu tindakan pencegahan terpenting adalah mengubah pola makan Anda, menghindari barang-barang yang dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak.

Karbohidrat adalah penyebab terburuk, jadi Anda harus memperhatikan asupan karbohidrat Anda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top