Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Cara Menyetop Rasa Emosi yang Tak Terkendali

Kemarahan perlahan memuncak, tercampur rasa kesedihan atau kekecewaan yang naik menjadi depresi atau kekhawatiran yang berubah menjadi kecemasan. Amygdala membajak seluruh pikiran pada saat itu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 27 April 2021  |  11:37 WIB
Ilustrasi emosi - istimewa
Ilustrasi emosi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap manusia pastinya pernah merasakan emosi. Namun dalam beberapa kasus emosi itu sulit dikendalikan hingga membuat seseorang tidak dapat berpikir secara logis.

Garima Juneja, psikolog sekaligus pendiri terapi dan konseling Lightroom mengatakan kondisi itu bisa disebut sebagai pembajakan emosional.

Dia menjelaskan pembajakan emosional terjadi ketika amygdala di otak menjadi aktif karena adanya situasi yang menantang atau diprovokasi secara emosional.

Kemarahan perlahan memuncak, tercampur rasa kesedihan atau kekecewaan yang naik menjadi depresi atau kekhawatiran yang berubah menjadi kecemasan. Amygdala membajak seluruh pikiran pada saat itu.

Namun kata Garima ada 5 cara yang bisa dilakukan untuk menghentikannya, seperti dilansir dari Pink Villa, Selasa (27/4/2021).

1. Self-Awareness

Kesadaran diri adalah alat yang luar biasa untuk mengendalikan pikiran. Ketika Anda sadar, kemungkinan besar kontrol diri akan mungkin terjadi.

2. Memberi label emosi Anda

Untuk dapat menilai emosi dengan benar, lihatlah emosi itu sebagai orang ketiga. Sebagian besar waktu melebih-lebihkan keadaan emosi kita seperti label mengecewakan karena depresi sering mengarah pada provokasi pembajakan emosional. Jadi, beri label emosi Anda dengan benar.

3. Gangguan

Alih-alih memanjakan diri dalam pemikiran yang berlebihan dan berkaitan dengan keadaan sensitif, alihkan pikiran Anda. Panggillah teman. Mulailah menonton sesuatu atau memanjakan diri Anda dalam bekerja atau berjalan-jalan.

Sedikit gangguan dapat melakukan keajaiban karena alasan logis datang setelah beberapa saat.

4. Melampiaskannya

Setelah gangguan emosi, curahkan di selembar kertas atau berbicara dengan seorang teman. Pegang situasinya dan lihat bagaimana Anda bisa menangani diri sendiri lebih baik dari waktu berikutnya. Belajar dari setiap episode kenaikan emosional.

5. Minta bantuan profesional

Bantuan profesional sangat penting jika Anda belum bisa menangani emosi yang terus memuncah dan menganggu kualitas hidup. Manfaatkan waktu dengan berkonsultasi dengan profesional. Ini bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi pengelolaan emosi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top