Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Kue Lebaran Berlebih Berisiko Diabetes dan Merusak Memori Otak

Hampir setiap jenis kue kering diolah menggunakan produk yang mengandung lemak trans. Senyawa tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki tekstur, umur simpan, dan rasa kue.
Astrid Prihatini WD
Astrid Prihatini WD - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  20:29 WIB
Penjual melayani pembeli kue kering khas lebaran di pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (6/6).  - Antara
Penjual melayani pembeli kue kering khas lebaran di pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (6/6). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalap makan kue Lebaran mungkin tanpa sadar kita lakukan. Padahal ada bahaya mengintai di balik kebiasaan ini yang mungkin tidak kita sadari.

Sebenarnya, tidak masalah makan kue Lebaran asal tidak berlebihan. Namun, Anda wajib memperhatikan porsinya supaya tidak berlebihan. Pasalnya, mengonsumsi makanan terlalu banyak bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Berikut beberapa risiko yang bisa timbul jika makan kue Lebaran secara berlebihan sebagaimana mengutip laman klikdokter.com, Kamis (13/5/2021):

1. Meningkatkan risiko depresi

Aneka kue kering yang tersedia saat Lebaran umumnya dibuat menggunakan tepung putih, yang merupakan karbohidrat olahan.

Tahukah Anda, bahan tersebut bisa berdampak negatif pada suasana hati, bahkan bisa meningkatkan risiko depresi?

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (2015) mengungkapkan adanya hubungan antara konsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih dan depresi pada wanita pasca menopause.

2. Menyebabkan risiko diabetes tipe 2

Makan kue Lebaran berlebihan yang tinggi gula dapat mengganggu fungsi insulin di dalam tubuh. Lama-kelamaan, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin, yang faktor risiko diabetes tipe 2.

Sebuah studi populasi yang melibatkan lebih dari 175 negara menemukan bahwa risiko diabetes meningkat sekitar 1,1 persen untuk setiap 150 kalori gula yang dikonsumsi.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke adalah bahaya di balik makan kue Lebaran berlebihan. Faktanya, depresi, obesitas, dan diabetes memiliki hubungan yang erat dengan penyakit jantung maupun stroke.

4. Meningkatkan risiko obesitas

Meski memiliki rasa yang tidak terlalu manis, kue Lebaran diam-diam mengandung kadar gula dan lemak jenuh yang tinggi sehingga makan makananan ini bisa meningkatkan terkena obesitas.

Menurut dokter Valda Garcia, mengonsumsi makanan dengan jumlah gula dan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas alias kelebihan berat badan.

5. Mempengaruhi memori otak

Hampir setiap jenis kue kering diolah menggunakan produk yang mengandung lemak trans. Senyawa tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki tekstur, umur simpan, dan rasa kue.

Melansir British Daily Mail, para peneliti mengatakan bahwa lemak trans dalam biskuit, kue kering, dan makanan olahan dapat merusak fungsi memori di otak.

Fakultas Kedokteran Universitas California melakukan penelitian terhadap 1.000 pria sehat di bawah usia 45 tahun yang mengonsumsi lemak dalam jumlah besar.

Peneliti menemukan, sebagian besar pria tersebut memiliki masalah dengan ingatannya.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes lebaran kue kering

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top