Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal 4 Jenis Manusia Toxic dan Cara Menghadapinya

Anda mungkin sadar bahwa ada orang-orang toxic alias suka bikin susah orang lain. Entah ketika Anda menemuinya di media sosial atau mungkin di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  15:03 WIB
Mereka tidak terlalu memedulikan perasaan Anda, dan sering kali kurang menyesal setelah melukai Anda secara emosional.  - Solopos/Freepic
Mereka tidak terlalu memedulikan perasaan Anda, dan sering kali kurang menyesal setelah melukai Anda secara emosional. - Solopos/Freepic

Bisnis.com, JAKARTA – Anda mungkin sadar bahwa ada orang-orang toxic. Entah ketika Anda menemuinya di media sosial atau di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Toxic adalah karakter atau perilaku yang menjengkelkan, suka merugikan orang lain, suka membikin susah orang lain.

Leah Rockwell, pendiri Rockwell Wellness Counseling di Franklin County Pennsylvania, menyampaikan perlunya menemukan cara-cara untuk menangani mereka yang berkepribadian toxic dengan anggun baik secara pribadi atau profesional.

“Menemukan cara untuk mengatasi dan menetapkan batas-batas internal dan eksternal yang jelas adalah kunci dalam bekerja melalui hubungan yang sulit ini,” kata Rockwell seperti dikutip Women’s Health, Senin (17/5/2021).

Dalam banyak kasus, bagian tersulit adalah ketika Anda masih peduli dengan orang-orang toxic dalam hidup Anda. Mereka itu orang tua atau teman Anda selama bertahun-tahun. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab tidak ada kata terlambat untuk mengambil alih dan mengalihkan arah dalam suatu hubungan.

Berikut 4 jenis orang toxic yang paling sering ditemui dan cara menghadapinya.

1. The Judge

Pernahkah ketika Anda sangat bersemangat untuk berbagi cerita, respons yang diberikan kurang dan disambut dengan eye roll? Atau mungkin ketika Anda bersemangat untuk mengabari bahwa Anda berhenti dari pekerjaan saat ini untuk mengejar impian membuka bisnis properti, misalnya, tetapi Anda bertemu dengan tatapan tidak setuju?

“Anda dapat melihat orang ini dengan kiritik yang mereka lontarkan” kata psikoterapis Rachel Dash-Dougherty, yang membuka praktik pribadi di Mystic, Connecticut. “Ketidakamanan mereka sendiri dan ego yang meningkat itu memberikan racun mereka.

Lalu bagaimana cara Anda menanganinya?

Pada awalnya, butuh beberapa penyesuaian ketika Anda menahan diri untuk mendiskusikan rencana dan tujuan Anda. Tetapi dengan menjaga percakapan tetap ringan dan dalam waktu sekarang, Anda dapat menyelamatkan diri Anda dari beberapa ketidaknyamanan.

Sederhananya, "Tidak semua orang dapat menangani lampu Anda, terutama jika mereka belum menemukan lampu mereka sendiri," kata Markesha Miller, psikolog yang berbasis di Columbia, South Carolina.

2. The Negative Nancy atau Nate

Menurut Miller, orang ini berjuang menemukan hal positif dalam apa pun dan siapa pun dan sering mencegah orang lain untuk menemukannya juga.

Beberapa tanda the negative nancy atau nate di hadapan Anda, yakni mereka berjuang untuk melihat silver lining, mereka selalu mencari yang terburuk dalam situasi atau orang tertentu, dan mereka bertele-tele mengenai masalah, menunjukkan sedikit atau bahkan tidak tertarik untuk menemukan solusi atau membuat perubahan dalam hidup mereka.

“[Mereka] bisa sangat merugikan seseorang yang mungkin sedang melalui masa-masa yang sulit, berurusan dengan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan, atau seseorang yang tengah berjuang dengan kepercayaan diri mereka” kata Miller.

Intinya, ketika Anda menghadapi banyak orang seperti ini dan itu membebani kesehatan mental Anda, maka buang mereka keluar dari hidup Anda atau mengimbangi kenegatifan mereka dengan mencari orang-orang positif di jejaring sosial Anda.

3. Narsis

Anda bisa jadi yakin berurusan dengan seorang narsisis. Akan tetapi ada indikator utama lainnya, seperti bertindak seolah-olah mereka adalah ahli dalam segala hal, cepat menyatu ketika Anda tidak setuju dengan mereka, dan kecenderungan merendahkan orang lain untuk memperkuat citra mereka sendiri.

Jika Anda pendengar yang baik, jaga diri Anda dengan mengetahui kapan harus mengabaikan dan melepaskan diri. Tentu saja, hanya karena mereka membutuhkan penonton, bukan berarti Anda harus menjadi penontonnya. Putuskan dengan sopan.

Namun jika Anda merasa hubungan dapat diperbaiki, mengekspresikan perasaan Anda yang sebenarnya dan dengan lembut berbagi dengan orang ini mengenai dampak dari tindakan mereka, maka hal itu dapat membantu.

“Terutama dengan orang narsis, penting untuk mengingatkan teman Anda bahwa Anda adalah orang yang dinamis dan menjalani persahabatan secara dua sisi. Ini karena mereka yang menderita gangguan kepribadian dan toxic cenderung tidak mempertimbangkan ada seseorang di sisi lain” kata Taylor Orlandoni, LMHC, terapis di New York City.

4. Manipulator

Orang semacam ini selalu merencanakan untuk mengambil keuntungan dari Anda atau mengarahkan hubungan Anda dengan cara tertentu untuk menguntungkan mereka, kata Shannon Gunnip, prikoterapis di New York dan Rhode Island. Mereka mungkin tidak terlalu memedulikan perasaan Anda, dan sering kali kurang menyesal setelah melukai Anda secara emosional. Manipulator sering kali memiliki kontrol impuls yang buruk dan mungkin berbohong, mencuri, atau terlibat dalam praktik negatif lainnya.

Bagaimana Anda menanganinya? Hal yang dapat dilakukan untuk mengatur ulang hubungan Anda adalah menunjukkan kepada mereka bahwa Anda akan memberikan konsekuensi atas perilaku manipulatif mereka. Misalnya, jika orang ini meminjam uang Anda, dan tidak menggantinya, maka lain kali tidak akan dipinjami lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penipuan Manusia Toxic
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top