Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Vaksin Covid-19, Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin Virus Corona

Semua vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia saat ini telah melalui sejumlah tahapan untuk memastikan keamanan, mutu, hingga khasiatnya.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  23:38 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar tidak pilih-pilih jenis  vaksin virus corona terkait program penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca mulai berjalan di masyarakat.

Hingga saat ini, pemerintah DKI Jakarta telah menyuntikan sedikitnya 15.400 dosis vaksin kepada peserta vaksin. Lantas, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka vaksin tersebut juga disarankan disuntikkan bagi peserta berusia di atas 30 tahun.

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI) Hindra Irawan Satari mengataskan telah ada tiga kasus kematian. Dua kasus berasal dari Jakarta dan satu dari Ambon, Maluku.

Dalam temuan, dua kasus dialami oleh pria berusia 60 tahun di Jakarta dan pria 45 tahun di Ambon dinyatakan tak terkait dengan pemberian vaksin AstraZeneca.

Sementara itu, kasus yang terjadi di Ambon, penerima vaksin ternyata sudah terinfeksi Covid-19 terlebih dahulu. Sementara itu, untuk yang di Jakarta penerima diketahui memiliki komorbid radang paru-paru atau pneumonia dan meninggal dunia empat hari setelah melaporkan keluhannya ke Puskesmas atau lima hari berselang setelah menerima vaksin.

“Jadi bukan gara-gara vaksinnya, tapi karena memang radang paru sebelum vaksin. Sehari sebelum vaksinasi memang sudah sesak [nafas],” katanya baru-baru ini.

Adapun, untuk kasus yang dialami oleh pria berusia 22 tahun di Jakarta hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya mengaku mengalami kesulitan saat menelusuri penyebab kematian tersebut karena tidak ada data medis yang tersedia pascakeluhan yang dilaporkan usai vaksinasi.

“Death on arrival, tidak ada data. Datang sudah meninggal. Tidak ada CT-scan kepala, jadi sulit mengatakan kalau ini terkait dengan imunisasi,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari ketiga kasus tersebut, penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 telah dihentikan untuk sementara. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito, pihaknya masih menganalisis hubungan sebab akibat dari penggunaan vaksin tersebut dan KIPI yang dilaporkan terjadi.

“Kami sedang melakukan analisa kausalitas penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan KIPI, antara lain riwayat penyakit penerima vaksin termasuk riwayat alergi, gejala yang dialami, waktu mulai gejala dirasakan,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Tingkat Pusat sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat agar tidak memilih-milih jenis vaksin virus corona.

Reisa mengungkapkan bahwa semua vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia saat ini telah melalui sejumlah tahapan untuk memastikan keamanan, mutu, hingga khasiatnya.

“Masyarakat tak perlu memilih-milih vaksin. Semua vaksin yang masuk ke Indonesia sudah mendapatkan EUA [emergency use authorization], melalui uji klinis yang berlapis, dan memenuhi standar efikasi dari WHO [World Health Organization] yaitu di atas 50 persen," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top