Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Remaja Berisiko Terjangkit Penyakit Tidak Menular, Begini Cara Mencegahnya

beberapa jenis PTM yang paling umum terjadi di kalangan remaja dan anak muda yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis akibat merokok dan pola hidup yang tidak sehat.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  09:10 WIB
Remaja Berisiko Terjangkit Penyakit Tidak Menular, Begini Cara Mencegahnya
Diabetes adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. - Klikdokter/Shuttlecock
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Masa-masa remaja merupakan waktu ketika seseorang tengah mencari jati diri. Dalam masa ini, tidak sedikit kaum muda yang mulai mencoba untuk merokok, mengonsumsi alkohol, hingga memiliki pola hidup dan pola makan tidak sehat yang berisiko menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular.

Adapun beberapa jenis penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum terjadi di kalangan remaja dan anak muda yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis akibat merokok dan pola hidup yang tidak sehat.

Berdasarkan data dari World Health Organization Country Profile tahun 2018, PTM di Indonesia diperkirakan menyumbang 73 persen dari seluruh kematian, dengan penyakit kardiovaskular dan kanker menjadi penyebab utama kematian terkait PTM, masing-masing mencapai 35 persen dan 12 persen.

Untuk mencegah PTM bagi kaum muda, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan AstraZeneca kembali memperpanjang dan memperluas kemitraannya dalam Young Health Programme (YHP) untuk lima tahun ke depan

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, mengatakan dalam masa tiga tahun sebelumya, YHP berhasil membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan pemangku kepentingan komunitas, serta mendukung pencegahan PTM di kalangan kaum muda di beberapa lokasi.

Menjangkau sekitar 13.000 ribu anak muda dan 400.000 masyarakat dengan hasil evaluasi yang menunjukan adanya hasil positif. Misalnya saja, 64 persen remaja dan anak muda melaporkan bahwa mereka kini memiliki akses ke layanan kesehatan yang ramah remaja dibandingkan dengan 36 persen data di awal program.

Ke depan, pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota di Jakarta, dan berbagai organisasi masyarakat sipil.

“Kami ingin melanjutkan keberhasilan YHP di Indonesia, terutama di 4 kota administrasi di Jakarta, dengan tujuan menciptakan dampak yang lebih besar bagi kesehatan remaja dan anak muda di Indonesia,” ungkapnya.

Dini menambahkan bahwa kampanye bersama ini  juga untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi kaum muda agar berhenti merokok dan memilih hidup yang lebih sehat sehingga dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dan remaja di Indonesia.

Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia mengatakan, bahwa Indonesia terus menjadi salah satu negara prioritas di Kawasan Asia untuk menjalankan Young Health Programme yang bertujuan untuk melindungi kesehatan generasi mendatang.

Young Health Programme merupakan program lima tahun yang bertujuan untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan remaja dan anak muda usia 10-24 tahun di 4 kota administratif di DKI Jakarta.

Young Health Programme berharap dapat menjangkau lebih dari 91.000 kaum muda secara langsung dengan informasi kesehatan dan program pencegahan PTM. Dan secara tidak langsung, program ini diharapkan dapat menjangkau 400.000 kaum muda dan 500.000 anggota masyarakat luas melalui kampanye, pelatihan, dan aktivitas – aktivitas untuk membangun kesadaran. 

Evaluasi independen dari Young Heath Program Indonesia menemukan bahwa model penyampaian berbasis komunitas dan pendekatan pendidik sebaya berdampak pada perubahan perilaku yang berkelanjutan di kalangan remaja.

Pada tahap pertama dari program ini, terdapat peningkatan 40 persen remaja dan kaum muda yang mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas), penurunan 16 persen konsumsi alkohol, dan penurunan 5 persen kegiatan merokok di kalangan kaum muda. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bukti dampak keseluruhan dari Young Health Programme di masyarakat Indonesia.

Secara global, Young Health Programme telah menjangkau lebih dari 5 juta kaum muda di 30 negara sejak diluncurkan pada tahun 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who remaja penyakit tidak menular
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top