Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Ini 6 Golongan Orang yang Rentan Kekurangan Zinc

Berikut merupakan 6 golongan orang yang berisiko mengalami kekurangan zinc yang dilansir dari laman National Institute of Health pada, Kamis (29/7/2021).
Meuthia Novianthree Nafasya
Meuthia Novianthree Nafasya - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  20:59 WIB
Ilustrasi ibu menyusui bisa kekurangan Zinc - Talkfeed.co.za
Ilustrasi ibu menyusui bisa kekurangan Zinc - Talkfeed.co.za

Bisnis.com, JAKARTA - Zinc merupakan mineral penting yang secara alami ada dalam beberapa makanan dan tersedia sebagai suplemen makanan. Seseorang dengan kekurangan zinc ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, dan gangguan fungsi tubuh.

Dalam kasus yang lebih parah, kekurangan zinc dapat menyebabkan rambut rontok, diare, hormon seksual tertunda, impotensi, hipogonadisme pada pria, dan lesi mata dan kulit. Selain itu, dapat terjadi pula penurunan berat badan, penyembuhan luka yang lama, kelainan perasa, dan kelesuan mental.

Kendati demikian, masih banyak dari gejala ini yang tidak spesifik dan kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat diperlukan untuk memastikan apakah ada kekurangan zinc atau tidak.

Berikut merupakan 6 golongan orang yang berisiko mengalami kekurangan zinc yang dilansir dari laman National Institute of Health pada, Kamis (29/7/2021).

1. Orang dengan Gastrointestinal
Operasi gastrointestinal dan gangguan pencernaan dapat menurunkan penyerapan zinc dan meningkatkan kehilangan zinc endogen terutama dari saluran pencernaan dan ginjal.

Penyakit lain yang terkait dengan kekurangan zinc adalah sindrom malabsorpsi, liver kronis, ginjal kronis, sel sabit, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Diare kronis juga dapat menyebabkan hilangnya zinc secara berlebihan.

2. Vegetarian
Seorang vegetarian yang biasanya mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian dalam jumlah tinggi. Makanan tersebut mengandung fitat yang mengikat zinc dan menghambat penyerapannya. Vegetarian terkadang membutuhkan sebanyak 50 persen lebih banyak RDA untuk zinc daripada non-vegetarian.

3. Wanita Hamil dan Menyusui
Wanita hamil terutama mereka yang awal kehamilannya dengan status zinc marginal memiliki peningkatan risiko kekurangan zinc karena sebagian kebutuhan zinc janin lebih tinggi. Laktasi juga dapat menguras simpanan zinc ibu.

4. Bayi dengan ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) menyediakan zinc yang cukup untuk 4-6 bulan pertama umur bayi. Namun, tidak memberikan jumlah zinc yang direkomendasikan untuk bayi usia 7-12 bulan. Selain ASI, bayi usia 7-12 bulan harus mengonsumsi makanan sesuai dengan usianya atau susu formula yang mengandung zinc.

5. Orang dengan Penyakit Sel Sabit
Hasil dari survei menunjukkan bahwa 44 persen anak-anak dengan penyakit sel sabit memiliki konsentrasi zinc plasma yang rendah. Hal ini dimungkinkan karena kebutuhan nutrisi yang meningkat dan/atau status gizi yang buruk.

Kekurangan zinc juga memengaruhi sekitar 60-70 persen orang dewasa dengan penyakit sel sabit. Suplementasi zinc telah terbukti meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak dengan penyakit sel sabit.

6. Pecandu Alkohol
Sekitar 30-50 persen pecandu alkohol memiliki status zinc yang rendah karena konsumsi etanol dapat menurunkan penyerapan zinc pada usus dan meningkatkan ekskresi zinc pada urin. Selain itu, variasi dan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh banyak pecandu alkohol sangat terbatas menyebabkan asupan zinc yang tidak memadai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kandungan gizi tips sehat Gejala Penyakit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top