Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LinkedIn Rilis Skill Path, Korporasi Bisa Rekrut Pekerja Lewat Kemampuannya

Melalui skema ini, LinkedIn akan memberikan pelatihan gratis sehingga memungkinkan para pencari kerja meningkatkan kemampuannya dan mengarahkannya pada peluang pekerjaan sesuai dengan kapasitasnya.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 14 Agustus 2021  |  14:30 WIB
LinkedIn Rilis Skill Path, Korporasi Bisa Rekrut Pekerja Lewat Kemampuannya
Ilustrasi - Linkedin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Platform networking global, LinkedIn, memperkenalkan sebuah konsep baru perekrutan yang didasarkan atas kemampuan kandidat daripada kualifikasi pendidikan.

Konsep tersebut mulai dilakukan uji coba dalam sebuah proyek percontohan di Amerika Serikat dan Singapura.

Dilansir dari CNA, Sabtu (14/8/2021), inisiatif yang dinamakan ’Skills Path’ ini didukung oleh  National Jobs Council. LinkedIn berharap inisiatif ini dapat membantu para pencari kerja untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan kemampuannya.

Melalui skema ini, LinkedIn akan memberikan pelatihan gratis sehingga memungkinkan para pencari kerja meningkatkan kemampuannya dan mengarahkannya pada peluang pekerjaan sesuai dengan kapasitasnya.

Skill Path saat ini tersedia dalam 6 peluang kerja yakni customer service, analis data, manajer proyek, recruiter, coordinator rantai pasok, dan sales development.

Penilaian yang akan dipertimbangkan oleh perekrut keja antara lain kemampuan analisis, ketelitian, manajemen proyek, pemikiran kritis, dan analisis data.

Hingga saat ini, sudah ada 8 perusahaan yang bergabung dalam skema Skill Path yakni CapitaLand, Carousell, foodpanda, Lazada, NTUC Enterprise, OCBC Bank, ZALORA, dan Zuellig Pharma. Kedelapan perusahaan ini akan menawarkan 1 posisi dalam program ini.

Managing Drektor LinkedIn Asia Pasifik Feon Ang memperkirakan jumlah perusahaan yang bergabung dalam inisiatif ini akan bertambah banyak.

“Kami tahu bahwa kebanyakan perusahaan merekrut pegawainya berdasarkan latar belakang pendidikan, kualifikasi atau pengalaman pekerjaan sebelumnya. Tapi ini harus berubah. Kita harus mulai merektur pekerja sesuai dengan kemampuannya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencari kerja linkedin

Sumber : CNA

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top