Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapan Harus Ganti Sikat Gigi? Ini Waktu Ideal menurut Dokter Gigi

Sikat gigi bisa sampai ke titik di mana menjadi tempat bakteri dan jamur jahat yang berbahaya untuk kesehatan gigi. Kapan waktu yang baik untuk ganti sikat gigi?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  09:10 WIB
Ilustrasi - Imgbuddy
Ilustrasi - Imgbuddy

Bisnis.com, JAKARTA - Kesehatan gigi penting untuk dijaga, salah satunya dengan rutin menggosok gigi.

Yang menjadi pertanyaan adalah kapan harus mengganti sikat gigi? Walaupun sikat gigi terlihat baik-baik saja, ternyata mungkin perlu diganti.

Selain terlihat kurang segar setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan digunakan setiap hari, bulu sikat sebenarnya menjadi kurang efektif ketika menyikat gigi waktu ke waktu.

Tidak hanya itu, sikat gigi bekas bisa sampai ke titik di mana menjadi tempat bakteri dan jamur jahat yang berbahaya untuk kesehatan gigi.

“Idealnya, Anda harus mengganti sikat gigi setiap tiga sampai enam bulan,” kata dokter gigi Amanda Lewis dilansir Tempo.co, Minggu (3/10/2021).

Jika kedengarannya terlalu banyak, ingatlah bahwa email gigi adalah zat yang paling keras dalam tubuh manusia. Jadi, ketika menggunakan sikat gigi setiap hari, serat penyusunnya akan aus.

Setelah bulu menjadi terentang dan berjumbai, efektivitasnya menurun, yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, bau mulut, dan masalah kesehatan mulut lainnya.

Lalu ada faktor bakteri. Meskipun apa pun dapat dan akan mengumpulkan bakteri, sikat gigi adalah tempat favorit.

“Ketika sikat gigi tidak diberi waktu untuk mengering, itu dapat menarik partikel di udara yang mulai menampung dan menumbuhkan koloni bakteri berbahaya,” kata dokter gigi Mariya Malin kepada Bustle.

Belum lagi, jika sikat gigi disimpan tepat di sebelah toilet juga bisa terkena bakteri seperti E.coli.

Meskipun Anda selalu ingin mengganti sikat gigi sebelum usia enam bulan, ada banyak cara untuk membuatnya tetap segar untuk sementara waktu.

Umang Patel, seorang dokter gigi yang berbasis di Chicago, Illinois, merekomendasikan untuk membilas bulu sikat secara menyeluruh dan, jika Anda memiliki sikat gigi elektrik, lepaskan tongkat dan bersihkan secara menyeluruh setelah digunakan.

“Air liur dan pasta gigi bisa tersangkut di bawah tempat sikat menempel pada tongkat dan bisa menjadi tempat pembuangan kuman dan bakteri, yang bisa menyebabkan sakit,” katanya kepada Bustle.

Cara lain yang baik untuk menjaga sikat tetap bersih adalah dengan menyimpannya di meja, di tempat sikat gigi sehingga bisa mendapat udara luar di siang hari.

Jika Anda menyimpan sikat gigi dalam wadah basah atau membuangnya ke dalam laci, kemungkinan besar bakteri akan tumbuh, jadi biarkan di udara agar benar-benar kering di antara setiap penggunaan.

Untuk dosis perlindungan ekstra, Patel merekomendasikan untuk menuangkan sedikit obat kumur di atas sikat gigi setelah setiap kali digunakan untuk membantu membersihkan kuman atau bakteri yang tersisa. Anda juga dapat melakukan ini sebelum menyikat jika mau.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi dokter gigi sikat gigi kesehatan gigi

Sumber : tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top