Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari Tahu Soal Teknik ‘ABCDE’, Cara Ampuh Atasi Ruam Popok Pada Si Kecil

Popok yang lembab, popok yang terlalu ketat, makanan baru, infeksi bakteri dan jamur, iritasi produk kebersihan bayi hingga kulit sensitif adalah beberapa hal yang menyebabkan ruam popok pada bayi.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  02:58 WIB
Cari Tahu Soal Teknik ‘ABCDE’, Cara Ampuh Atasi Ruam Popok Pada Si Kecil
popok-Ilustrasi - ptj.com.pk/Clopay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ruam popok sangat umum dijumpai pada bayi. Ruam popok adalah iritasi pada kulit bayi di area yang tertutup popok seperti paha, bokong, alat kelamin maupun perut bayi.
 
“Ini merupakan penyakit tersering pada bayi dan anak yang popoknya selalu basah dan jarang diganti,” kata dr Dini Zuriana, health educator dan founder @klinikbayiku.id.
 
Melalui akun Instagramnya, Selasa (5/10/2021), dr Dini menjelaskan angka kejadian ruam popok sekitar 7 hingga 35 persen dan insidens antara 9 sampai dengan 12 bulan.
 
Popok yang lembab, popok yang terlalu ketat, makanan baru, infeksi bakteri dan jamur, iritasi produk kebersihan bayi hingga kulit sensitif adalah beberapa hal yang menyebabkan ruam popok pada bayi.
 
Kondisi ini ditandai dengan kemerahan di sekitar perut bagian bawah, gluteal, genitalia paha bagian dalam, kemerahan, lembab, bersisik dan gatal, serta nyeri ketika bayi buang air kecil dan buang air besar.
 
Penangan yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga kulit bayi selalu bersih dan kering. Sebab, kulit bayi yang lembab dapat memicu ruam. Selain itu, dr Dini juga membagikan lima cara mengatasi ruam popok pada anak dengan ‘ABCDE’ berikut

1.  Air (Udara)

Pastikan area yang tertutupi popok sering terkena udara. Anda dapat membuka popok bayi secara berkala agar kulit yang tertutup popok dapat terkena udara.

2. Barrier (Penghalang)

Oleskan cream barrier misalnya zink oksida, ke daerah yang tertutup popok. Cream barrier diketahui dapat mencegah dan mengobati ruam pada kulit bayi yang disebabkan oleh ruam popok.

3. Cleansing (Pembersihan)

Bersihkan area yang terkena popok dengan lembut menggunakan air bersih. Hindari menggosok terlalu kuat, terutama jika kulit bayi sedang lecet.  

4. Diaper

Gunakan popok dengan daya serap tinggi. Ganti popok setiap satu hingga tiga jam. Anda juga dapat menghentikan pemakaian popok untuk sementara waktu agar area ruam popok kering sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan, atau memilih popok dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.

5. Edukasi

“Edukasi orang tua tentang cara pencegahan dan pengobatan ruam popok,” kata dr Dini. Apabila cara-cara tadi tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh dalam dua hari, pastikan untuk segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri popok parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top