Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Apa itu Gaslighting? Ini Perilaku dan Teknik Gaslighting yang Sering Terjadi

Gaslighting adalah bentuk pelecehan psikologis di mana seseorang atau kelompok membuat seseorang mempertanyakan kewarasan, realitas, dan ingatannya.
Annasa Rizki
Annasa Rizki - Bisnis.com 01 November 2021  |  18:05 WIB
Ada berbagai teknik dan perilaku gaslighting yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari - boldsky.com
Ada berbagai teknik dan perilaku gaslighting yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berawal dari film Gaslight pada 1944, istilah gaslighting mulai muncul berdasarkan cerita dalam film tersebut. Dalam film tersebut berisi tentang seorang suami memanipulasi istrinya agar sang istri berpikir dia memiliki penyakit mental. Hal itu dilakukan sang suami dengan cara meredupkan lampu tanda bahan bakar dan mengatakan bahwa istrinya berhalusinasi. 

Melansir dari Medical News Today, Senin, 1 November 2021, apa itu gaslighting? Gaslighting adalah bentuk pelecehan psikologis di mana seseorang atau kelompok membuat seseorang mempertanyakan kewarasan, realitas, dan ingatannya. Individu yang mengalami gaslighting kerap merasa bingung, cemas, dan tidak mempercayai diri sendiri. 

Perilaku Gaslighting

Gaslighting juga berkembang secara bertahap sehingga sulit dideteksi. Simak beberapa teknik perilaku yang  kerap digunakan seseorang untuk melakukan gaslighting: 

1. Countering/Membantah 

Teknik ini membuat seseorang mempertanyakan ingatannya. Pelaku gaslighting mungkin menanyakan hal seperti “Kamu tidak pernah mengingat sesuatu secara akurat”, atau “Kamu yakin? Ingatanmu kan buruk.”

2. Withholding/Memotong Percakapan 

Beberapa orang mungkin menolak untuk terlibat dalam percakapan. Orang tersebut akan melakukan withholding dengan berpura-pura tidak mengerti sehingga tidak perlu menanggapi. Memotong percakapan seperti, “Saya tidak tahu apa yang kamu bicarakan,” atau “Omongan kamu bikin bingung,” sering dilakukan seseorang untuk gaslighting. 

3. Trivializing/Meremehkan 

Orang dapat dikatakan gaslighting ketika dia meremehkan orang lain atau mengabaikan perasaan orang lain. Pelaku gaslighting akan menuduh seseorang terlalu sensitif atau bereaksi berlebihan ketika mereka memiliki kekhawatiran dan keresahan.

4. Denial/Penolakan 

Seseorang akan berpura-pura melupakan peristiwa atau bagaimana peristiwa itu terjadi. Orang tersebut akan menyangkal atau menuduh bahwa seseorang mengada-ada. 

5. Diverting/Mengalihkan

Melalui teknik ini seseorang mengubah fokus diskusi dan mempertanyakan kredibilitas orang lain. Contoh ucapan yang dilontarkan seperti, “Itu hanya ide gila dari temanmu.”

6. Stereotip

Teknik gaslighting dapat dengan sengaja menggunakan stereotip negative tentang jenis kelamin, ras, etnis, seksualitas, kebangsaan, atau usia seseorang untuk memanipulasinya. Misalnya, mereka mungkin memberi tahu seorang wanita bahwa orang akan berpikir dia tidak rasional atau gila jika dia mencari bantuan untuk pelecehan.

Siapapun dapat mengalami gaslighting karena sangat umum terjadi dalam interaksi sosial dan suatu hubungan pasangan. Seseorang yang menerima perilaku ini dapat disebut dengan pelecehan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi pelecehan gaslighting
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top