Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Fakta Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan naik layar di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021 mendatang.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 19 November 2021  |  12:45 WIB
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Setelah tayang di berbagai festival film internasional, karya teranyar rumah produksi Palari Films, yakni Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akhirnya bisa disaksikan di bioskop pada 2 Desember 2021 mendatang.

Film bergenre drama, romansa, dan laga ini mengambil latar suasana Indonesia, khususnya di sepanjang jalur Pantura, pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an.

Ia berkisah tentang tokoh Ajo Kawir yang mengalami impotensi. Ia lalu menutupi kekurangannya tersebut dengan mengubah sifatnya menjadi keras dan semakin suka berkelahi agar tetap terlihat maskulin.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Iteung dan jatuh cinta padanya.

Singkat cerita, keduanya lalu menjalin hubungan asmara. Iteung sendiri pun menerima kondisi Ajo Kawir saat itu.

Namun tanpa sepengetahuan Ajo Kawir, Iteung ternyata memiliki hubungan tersembunyi dengan kawan baiknya, yakni Budi Baik.

Berikut sejumlah fakta tentang film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

1. Digarap oleh salah satu sutradara terbaik Indonesia

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas digarap oleh Edwin. Lelaki kelahiran 1978 tersebut sebelumnya pernah menyutradarai film Babi Buta yang Ingin Terbang, Posesif, serta Aruna dan Lidahnya. Tahun 2017 lalu, ia pun meraih penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesia sebagai Sutradara Terbaik (film Posesif).

2. Diadaptasi dari novel

Film ini merupakan karya adaptasi dari novel Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Naskahnya sendiri dikerjakan langsung oleh Edwin dan Eka.

"Dari awal kami paham sekali bahwa medium film dan buku berbeda. Apalagi untuk film, ada waktu yang membatasi. Kami mencoba untuk tidak terlalu takut untuk terlalu setia dengan bukunya, tapi ada semangat, energi, dan esensi yang tetap kami jaga," ucap Edwin, dikutip dari Antara pada Jumat (19/11/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film film indonesia
Editor : Aliftya Amarilisya
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top