Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramai Soal Galon Isi Ulang Mengandung BPA, Benarkah Berbahaya?

Galon isi ulang atau galon guna ulang (GGU) yang selama ini lazim digunakan masyarakat terancam punah. Hal ini seiring dengan rencanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merevisi Peraturan BPOM No. 31/2018 tentang kemasan pangan olahan.
1

Kandungan BPA pada Galon

Bisnis depo air atau air isi ulang masih menggiurkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).  - Istimewa
Bisnis depo air atau air isi ulang masih menggiurkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - Istimewa

Selain itu, lanjut dia, ada juga faktor makanan yang mengandung zat kimia bersifat karsinogen seperti pewarna dan formalin. Kemudian, ada juga karena virus dan karena penggunaan hormon sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon. Namun demikian dia menegaskan bahwa belum pernah mengetahui ada orang terkena penyakit kanker karena mengkonsumsi air kemasan galon guna ulang. 

“Jujur, saya sendiri belum pernah ada pasien datang karena riwayat penggunaan air galon isi ulang yang kemudian mengakibatkan terjadinya kelainan pada tubuhnya atau kelainan pada organ yang lain,” tegasnya.

Hal senada disampaikan dokter Alamsyah. Menurutnya, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya hanya karena mengkonsumsi air galon guna ulang. Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi kesehatan janin itu adalah asupan gizi.

“Artinya, apa yang dimakan atau dikonsumsi oleh ibu ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dari janin itu sendiri,’ ujarnya.

Adapun yang menjadi faktor resiko yang bisa membahayakan ibu dalam kehamilan, katanya, kebiasaan merokok, meminum alkohol, penyakit yang sudah diidap sang ibu terutama seperti penyakit jantung, diabetes, dan keadaan trauma. 

“Jadi, saya belum pernah menemukan dari pasien saya ada keluhan karena mengkonsumsi air galon guna ulang,” ujarnya.

Ahli pangan dari Universitas Trilogi Hermawan Seftiono, menambahkan bahwa kemanan air galon tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, terbukti tidak ada migrasi Bisfenol A (BPA) yang terdapat dalam botol Policarbonat (PC) yang ditempatkan pada suhu ruangan 23 derajat celcius selama 24 jam.

Jika botol terkena paparan matahari suhu berkisar 30 derajat celcius selama 7 jam hanya ada migrasi sebesar 0,0257 ppm. Sementara jika diisi air panas 100 derajat celcius selama 30 menit paparan migrasinya mencapai 0,0495 ppm. 

“Itu jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM yaitu 0,6 bpj,” ujarnya.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri, Hermawan juga mengatakan bahwa air galon guna ulang ini telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi karena migrasi BPAnya hanya 0,033 bpj atau jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM yaitu 0,6 bpj. 

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum BPOM galon
Editor : Muhammad Khadafi
To top