Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Mitos, Sering Marah Sebabkan Risiko Stroke 30 Persen Lebih Tinggi

Stroke adalah suatu kondisi darurat yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Ini mengurangi jumlah darah di otak, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan yang serius.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  09:22 WIB
/Bisnis.com
/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi beberapa orang, mengendalikan emosi terkadang bisa menjadi hal yang sulit. Tetapi, jika Anda mengalami serangan kemarahan yang intens, itu mungkin dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan Anda. Sebuah studi baru menunjukkan hal itu dapat meningkatkan risiko Anda menderita stroke.

Mengutip Halodoc, stroke adalah suatu kondisi darurat yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Ini mengurangi jumlah darah di otak, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan yang serius.

Seperti yang kita ketahui, kondisi seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes merupakan penyebab stroke. Oleh karena itu, sebuah studi baru di Irlandia mencoba untuk mengetahui apakah kemarahan atau gangguan emosional dapat memiliki hubungan dengan stroke.

Untuk mengetahuinya, melansir First for Women, Senin (6/12/2021), para peneliti mengamati lebih dari 13.000 kasus orang yang menderita stroke akut, dan melihat apakah ada pemicu umum.

Menariknya, satu dari setiap 11 penderita stroke melaporkan pernah mengalami episode kemarahan yang intens pada jam-jam menjelang stroke.

Penulis menyimpulkan bahwa menjadi sangat marah dapat menyebabkan risiko stroke 30 persen lebih tinggi.

Salah satu pemimpin penelitian Martin O’Donnell mengatakan beberapa cara terbaik untuk mencegah stroke adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat, mengobati tekanan darah tinggi dan tidak merokok.

“Tetapi penelitian kami juga menunjukkan hal lain, seperti episode kemarahan atau kesal, meningkatkan risiko jangka pendek,” ungkapnya.

Lantas bagaimana cara mengurangi kemarahan atau kekesalan kita?

Mempelajari cara menghadapi serangan kemarahan yang intens tidak hanya baik untuk kesehatan mental Anda, tetapi juga dapat menurunkan risiko stroke.

Psikolog Deborah Cox merekomendasikan untuk bersandar pada kemarahan untuk mencari tahu darimana asalnya. Karena emosi sering bermanifestasi sebagai perasaan fisik, dari sakit kepala hingga sesak di dada Anda, Deborah menyarankan untuk menemukan dimana kegelisahan ini pertama kali muncul di tubuh Anda.

“Letakkan tangan Anda di atas bagian tubuh itu dan bernapas. Tanyakan pada diri sendiri ‘Jika saya bisa berbicara jujur tentang apa yang saya rasakan, apa yang akan saya katakan?’” kata Deborah, menambahkan bahwa begitu banyak dari kita yang berurusan dengan emosi yang kompleks ini.

“Ketika Anda mulai memilikinya, Anda mendapatkan kembali sebagian dari diri Anda” katanya.

Selain bertanya kepada diri sendiri, Anda juga dapat melakukan meditasi. Meditasi bisa membantu Anda merasa rileks dalam hitungan menit.

Apapun yang Anda lakukan, temukan kenyamanan Anda dengan mengetahui bahwa mempelajari cara menenangkan diri baik untuk kesehatan, baik secara fisik maupun mental Anda.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke marah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top