Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Asal Diagnosis, Sedih, Marah Cemas, Tidak Berarti Anda Gangguan Mental

Dokter Spesialis Kejiwaan Santi Yuliani menjelaskan, misalnya saat Anda marah karena tersinggung terhadap suatu kondisi tapi Anda bisa mengendalikan amarah Anda dan mampu mendiskusikan masalah itu, ini bukan gangguan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  19:13 WIB
Jangan Asal Diagnosis, Sedih, Marah Cemas, Tidak Berarti Anda Gangguan Mental
Ilustrasi - Lennoncenter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Merasa mental Anda terganggu? Tenang dulu. Tidak semua kesedihan, kemarahan, kecemasan atau kebingungan adalah gangguan mental lho.

Gangguan mental merupakan kondisi dimana gangguan kesehatan yang memengaruhi pola pikir atau isi pikiran, perasaan, perilaku atau kombinasi diantaranya yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dokter Spesialis Kejiwaan Santi Yuliani menjelaskan, misalnya saat Anda marah karena tersinggung terhadap suatu kondisi tapi Anda bisa mengendalikan amarah Anda dan mampu mendiskusikan masalah itu, ini bukan gangguan.

"Tapi, apabila kemudian marahmu menjadi-jadi, berubah menjadi mengamuk dan kamu menjadi tidak punya kontrol terhadap marahmu, itu baru bisa dikategorikan dalam gangguan mental," jelas dr Santi, melansir dari akun Instagram miliknya, Kamis (27/1/2022).

Selain marah, Santi juga mencontohkan saat Anda merasa sedih. Menurutnya, masih wajar dan manusiawi bila Anda menangis dan sedih saat Anda mengalami suatu tragedi atau berada dalam kondisi yang menyedihkan.

Namun, jelasnya, apabila kemudian sedih Anda berkepanjangan, lebih dari dua minggu dan tidak ada kemajuan atau bahkan sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, itu bisa dicurigai mengarah ke gangguan mental.

"Saat kamu merasakan gejala-gejala yang kurang nyaman pada pola pikiran atau isi pikiran, perilaku atau perasaanmu, jangan cocok-cocokan di internet. Semua pasti akan cocok untuk diagnosis apapun," terangnya.

Daripada mendiagnosis diri sendiri, Santi menyarankan untuk melakukan evaluasi mental Anda ke dokter, untuk memastikan apakah Anda mengalami gangguan atau tidak.

"Dengan datang ke dokter, kamu akan mendapatkan informasi lengkap samlak ke tatalaksananya juga. Mencari bantuan adalah salah satu bentuk self care," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lagu sedih kesehatan mental
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top